in , , ,

Unggul dalam Debat, Pengakuan atas Kualitas Kiai Ma’ruf Amin

KH. Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno saat Debat Cawapres 2019, foto: pikiran-rakyat.com

Penampilan KH. Maruf Amin dalam debat Cawapres yang digelar pada Minggu (17/3) malam menjadi pembicaraan publik Indonesia. Banyak anggapan negatif yang terpatahkan dari penampilan cawapres nomor urut 01 tersebut.

Sebagian besar masyarakat Indonesia menilai Kiai Maruf Amin tampil secara prima dan mengagumkan. Gagasannya bernas dan berhasil menunjukkan kemampuannya yang mumpuni.

Dalam debat itu, Kiai Ma’ruf Amin menyampaikan visi dan misinya untuk pemerintahan Indonesia dalam 5 tahun ke depan dengan sangat komprehensif, yakni fokus mengembangkan SDM Indonesia yang sehat, produktif, cerdas, dan berakhlakul karimah.

Menariknya, gagasan yang disampaikan oleh KH. Maruf Amin terlihat padu dengan gagasan Jokowi sebelumnya. Hal itu, misalnya, tercermin dari visi misinya yang mengangkat gagasan membumi dan menjawab persoalan rakyat melalui Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah, dan Kartu Pra Kerja.

Visi-misi KH Maruf Amin itu terbukti menyatu dengan Jokowi. Sebagai seorang calon wakil presiden, Kiai Maruf memang seharusnya tidak memiliki visi-misi sendiri yang terlepas dari Presiden.

Lebih dari itu, pandangan Kiai Maruf dalam menjelaskan masalah dan merencanakan soulusinya relatif lebih maju. Dengan tampilan debat seperti itu, maka rakyat dapat melihat bahwa Sandiaga Uno memang lebih muda, namun Kiai Maruf Amin jauh lebih visioner, program konkret, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal itu kemudian membawa diferensiasi antara Kiai Maruf sebagai sosok berpengalaman dan penuh dengan kebijaksanaan. Sebaliknya, Sandi tampil dalam kemudaan secara fisik, namun gagal mengelaborasi visi-misi

Apalagi dalam debat ketiga itu, Sandiaga mengangkat masalah OK OCE, sebuah gagasan yang usang dan belum terbukti keberhasilannya di Jakarta, tetapi malah diajukan untuk menjawab problematika ketenagakerjaan di Indonesia.

Kita tahu, menurut data resmi mereka target OK-OCE sebanyak 40.000 per tahun, yang mendaftar hanya 1.000 atau 2.5% dan hanya 150 orang yang dapat modal. Ini cermin gagalnya OK-OCE.

Tak hanya itu, penampilan mantan Rais Aam PBNU itu ternyata juga dapat memikat kalangan milenial di Pemilu 2019. Terutama dari penggunaan tadi ada soal istilah-istilah malah kekinian, misalnya ada dudi (dunia usaha dan dunia industri), #TenYearsChallenge, dan Unicorn.

Inilah yang mematahkan anggapan buruk kepada Kiai Maruf selama ini. Sebelumnya, memang banyak yang meragukan kemampuan Ketua Umum MUI tersebut, apalagi bila dibandingkan dengan Sandiaga Uno.

Namun, dengan penampilannya pada debat yang ketiga ini telah membuka mata publik mengenai kemampuan Kiai Maruf Amin. Ia bukanlah sosok ulama biasa.

Dengan demikian, secara keseluruhan Kiai Maruf memang lebih unggul dibandingkan Sandiaga Uno dalam debat cawapres kemarin. Ini sebuah pengakuan, sekaligus penegasan atas fakta yang memang terjadi di depan mata.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments