in , ,

Sekilas Watak Pemarah Prabowo Subianto

Prabowo Marahi Pengawalnya di Cianjur, foto:tribunnews.com

Watak kerap diasosiasikan dengan sifaat bawaan dari lahir. Hal itu sedikit berbeda dengan perasaan yang cenderung mudah berubah, watak relatif lebih stabil dan menjadi penanda karakter seseorang

Watak inilah yang melekat kepada seseorang sepanjang hayatnya. Begitu juga kepada capres Prabowo Subianto.

Bila Prabowo dilabeli publik sebagai capres yang berwatak pemarah dan suka kekerasan, maka itu bukan sebuah kebohongan. Ada serentetan bukti yang menguatkan itu. Bukti itu pun terentang panjang seiring dengan perjalanan hidupnya.

Namun, kali ini kita tak akan membicarakan sesuatu yang jauh ke belakang, tetapi cukup dalam beberapa waktu menjelang Pilpres 2019 ini. Toh, dalam rentang waktu ini banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa Prabowo memang seorang pemarah.

Berikut rekam jejak Prabowo yang kerap marah-marah dalam beberapa bulan terakhir:
Pertama, Prabowo marah-marah kepada jurnalis Indonesia. Kemarahan ini terjadi ketika Prabowo mengomentari pemberitaan Reuni 212 akhir tahun lalu.

Kemarahan Prabowo itu meluap karena media tak ada yang memberitakan bahwa peserta aksi Reuni 212 itu mencapai 11 juta orang. Menurut Prabowo media saat ini sedang menelanjangi diri sendiri dengan tak ingin memberitakan sesuatu yang benar-benar terjadi.

Lebih lanjut Prabowo, tanpa menyebut nama wartawan dan nama media, mengatakan sebagian media mempublikasikan berita bohong. Ia pun mengajak hadirin untuk tidak perlu menghormati wartawan.

“Boleh kau cetak ke sini dan ke sana. Saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis. Enggak usah saya sarankan kalian hormat sama mereka lagi, mereka hanya anteknya orang yang ingin menghancurkan Republik Indonesia,” kata Prabowo, sebagaimana dikutip berbagai media di Indonesia.

Kedua, Prabowo marah-marah ke emak-emak di Ponorogo. Kemarahan itu meletus karena melihat emak-emak berebut buku yang dibagikan tim Prabowo saat dirinya berpidato.

“Saudara mau diam atau saya yang bicara, saudara naik ke sini (panggung,red). Kalau mau sopan saya bicara dulu, ini ingin lanjut atau tidak. Jangan ribut sendiri,” tegas Prabowo saat berada di salah satu tempat makan di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kamis (1/11/2018).

Tim Prabowo diketahui membagikan buku berjudul ‘Paradoks Indonesia’. Tentu saja semua orang terkaget dengan kemarahan Prabowo ini. Mereka tak menyangka Prabowo mudah naik pitam seperti itu.

Ketiga, Prabowo marah di hadapan Ijtima Ulama. Tak hanya itu, Prabowo juga meninju meja saat diadakannya forum Dewan Penasihat PA 212 karena memprotes keislamannya dipertanyakan.

Hal itu disampaikan oleh seorang saksi mata yang juga mantan Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212. Hisyam melihat sendiri bagaimana Prabowo naik pitam hingga menggebrak meja ketika ada pertanyaan mengenai keislaman dirinya.

Momen itu terjadi sepekan sebelum Ijtima’ Ulama digelar pada 16 September 2018, ketika Dewan Penasihat Alumni 212 menggelar forum di Hotel Sultan, Jakarta. Pertemuan itu digelar untuk menentukan calon presiden yang layak didukung dan kemudian akan disampaikan pada forum Ijtima Ulama.

Keempat, Prabowo marah-marah di hadapan para ulama di Sumenep Madura. Hampir sama dengan di Ponorogo, kemarahan Prabowo itu dipicu karena pidatonya tidak begitu digubris oleh warga.

Awalnya, Prabowo menyebut duit warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri mencapai Rp11.000 triliun. Namun kemudian, Prabowo menghentikan pidatonya lantaran ada yang berbicara.
“Kenapa kok? Ada apa you bicara sendiri di situ? Apa you aja yang mau bicara di sini?” kata Prabowo sembari menunjuk.

Padahal yang ditunjuk-tunjuk itu adalah seorang ulama. Jadi, bayangkan capres katanya pilihan ijtima ulama, namun akhlak kepada ulama seperti itu.

Kelima, baru-baru saja Prabowo marah-marah kepada seorang petugas keamanan di Sukabumi. Ia tak hanya marah, tetapi juga menampik tangan petugas tersebut dari atas kap mobil.

Kejadian itu terjadi di sebuah kawasan di Cianjur pada Selasa (12/3). Dalam video tersebut Prabowo terlihat berdiri di mobil hitamnya yang melaju pelan menuju ke Taman Prawatasari. Tiba-tiba Prabowo terlihat marah dan tampak mendorong tangan seoarang pria berbaju batik.

Itulah lima kejadian yang membuktikan bahwa Prabowo adalah seorang pemarah. Watak penuh amarah itu kerap ditampilkan kepada mereka yang berbeda dan tak sesuai dengan yang diharapkan oleh dirinya.

Hal itu seperti menggenapi temuan riset psikologi sebelumnya yang menyebut bahwa Prabowo sebagai temperamental. Riset itu dilakukan oleh seorang dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk.

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia itu menjelaskan, jika diukur dengan angka 1-10, poin untuk stabilitas emosi Prabowo berada pada angka 5,16. Adapun Jokowi 7,60 dalam hal ketenangan dalam menghadapi persoalan yang berat.

Hal ini menunjukkan bahwa Prabowo cenderung lebih temperamental bila dibandingkan dengan Jokowi. Ia juga tak sabar untuk menyelesaikan masalah dengan tenang.

Beberapa contoh di atas adalah bukti tak terbantahkan bahwa Prabowo memang sesuai dengan penilaian para psikolog di Indonesia. Prabowo adalah pemarah, dan cenderung temperamental.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments