in , ,

Sederhana, Demokratis, Tidak Nepotisme, dan Merakyat, Sosok Jokowi di Mata Jusuf Kalla

Sosok Jokowi di Mata Jusuf Kalla, foto: kompas.com

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri diskusi dengan relawan Jokowi-Maruf Amin, Jumat (22/3). Dalam kesempatan itu, Pak JK (sapaan akrab Jusuf Kalla) menyampaikan sejumlah pandangannya tentang sosok Jokowi.

Penuturan Jusuf Kalla ini bukanlah sebuah pencitraan, sebab apa yang dituturkan berdasarkan pengalamannya mendampingi Presiden Jokowi selama hampir lima tahun belakangan ini. Jadi cerita ini merupakan “based on true story”.

Menurut Jusuf Kalla, paling utama Jokowi adalah seorang pemimpin yang sederhana. Ia bukanlah sosok yang neko-neko. Sangat sederhana, baik dari gaya, penampilan, hingga kehidupannya.

Kesederhanaan itu terpantul dalam sikap kesehariannya. Menurutnya, ada kebiasaan Jokowi yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Misalnya, Jokowi tidak pernah panik jika tak membawa smartphone dan jam tangan saat keluar rumah.

“Kalau kita kan tidak bawa HP atau arloji akan berbeda rasanya. Kalau Jokowi biasa biasa saja kalau tidak bawa keduanya,” kata JK saat menceritakan pengalamannya bersama Jokowi selama 4,5 tahun menjabat di hadapan para audiens relawan #Pejuangkerja Jokowi, di Kantor Hub 86, Jakarta Selatan, Kamis (21/3) malam.

Tidak hanya itu, Jokowi tetap bisa bergaya nonformal. Tidak seperti kepala negara pada umumnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut bisa mengenakan pakaian santai.

“Lihat caranya pakai baju, pakai kaos, pakai di luar putih. Sepatu kets, sepatu itulah. Hahah, itu sangat informal. Saya malah enggak pernah begitu. Saya rasa pakai sepatu kets, pakai sepatu kets. Enggak apa-apa begitu,” kata Jusuf Kalla.

Selain sederhana, Jusuf Kalla juga menyinggung dua sifat yang tidak ada pada calon presiden nomor urut 01 Jokowi, yakni nepotisme dan otoriter.

Menurutnya, Presiden Jokowi tidak pernah mencerminkan sikap nepotisme maupun otoriter. Ia mengatakan, itu dibuktikan dengan tidak ada anak-anak Jokowi yang berada dalam lingkaran pemerintahan.

“Anaknya yang tertua dagang martabak, bukan urusan pemerintah kan? (anak) kedua pisang goreng atau apalah, saya enggak tahu (namanya), itu juga tidak ada urusan dengan pemerintah kan,” kata Jusuf Kalla.

Pak JK juga bercerita tentang sikap demokratis yang ditunjukkan Jokowi kepadanya dan jajaran Kabinet Kerja selama ini. Menurutnya, jika ada keputusan maupun kebijakan selalu didahului dengan rapat bersama.

Bahkan, JK mengungkap jumlah rapat sampai 240 kali setiap tahun. “Rapat 240 kali setahun, kira kira hari kerja itu 260, nah rapatnya 240, artinya ada rapat dua kali sehari. Karena itu, beliau tidak akan merusak bangsa ini dengan otoriter dan nepotisme,” ujar JK.

Terakhir, politisi senior Partai Golkar ini berpesan kepada Jokowi apabila terpilih kembali agar meneruskan gaya merakyat.”Pesan saya, Pak Jokowi teruskan gaya merakyat,” pungkas JK.

Dengan lebih mengenal sosok Jokowi dari sahabat terdekatnya secara personal ini diharapkan dapat memperbesar semangat para relawan untuk menjadikan Jokowi sekali lagi.

Semoga hal ini juga merupakan titik awal dari kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin karena masyarakat mengetahui karakter kandidat pemimpinnya yang sederhana, demokratis dan merakyat.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments