in , ,

Relasi Unik Jokowi dan Kaesang Pangarep, Dari Remehkan hingga Akui Bisnis Sang Pisang

Kaesang Pangarep & Jokowi, foto:pikiran-rakyat.com

Hubungan Joko Widodo dengan anak bungsunya, Kaesang Pangarep, memang sangat dekat dan ‘unik’. Mereka kerap tampil bersama, tetapi kadang juga saling ‘ledek’ di media sosial.

Bahkan, relasi Jokowi dan Kaesang di media sosial kerap menjadi bahan ‘guyonan’ oleh warganet. Hubungan mereka yang ‘cair’ seperti menunjukkan sisi lain dari kehidupan Jokowi sebagai seorang Presiden.

Seperti baru-baru ini terbongkar bahwa Jokowi ternyata pernah meremehkan Sang Pisang, produk pisang goreng nugget yang digeluti Kaesang Pangarep.

Hal itu diceritakan saat ia menghadiri Festival Terampil 2019 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/2).

Di acara itu, awalnya Jokowi mengungkapkan pendapatnya soal perkembangan teknologi dunia mengakibatkan perubahan lanskap ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Perubahan itu memunculkan profesi baru yang sebelumnya dianggap tidak menjanjikan.

“Misalnya ya pisang goreng nugget itu. Apa sih ini pisang goreng nugget? Maaf ya, saya awalnya agak meremehkan pertama-tama,” ujar Jokowi.

Jokowi langsung teringat saat dirinya menawarkan ke Kaesang untuk mengurus perusahaan mebel yang telah dirintisnya sejak nol. Kaesang menolaknya. Ia memilih merintis bisnis sendiri.

“Dulu, saya menganggap remeh bisnis pisang goreng nugget yang dikelola Kaesang. Apa sih ini pisang goreng nugget ini? Kenapa Kaesang tak mau mengurus perusahaan mebel yang saya rintis dari nol?,” tulis Jokowi dalam akun Facebook-nya, Minggu (10/2).

Rupanya pilihan sang putra bungsu membuat Jokowi sedikit terkejut lantaran keuntungannya cukup besar.

“Begitu anak saya sudah memiliki 54 cabang (Sang Pisang), saya tanya, Le, ongkos produksinya itu berapa sih? Omzetnya berapa sih per outlet? Saya kemudian ditunjukkan. Ya enggak perlu pakai kalkulator, saya langsung kalikan 54. Lho, kok pabrik saya kalah?” kata Jokowi.

Dari hasil itu itung-itungan itu terbukti bahwa modal Sang Pisang saat ini sudah melebihi pabrik Jokowi. Padahal, usaha tersebut awalnya hanya dirintis dari modal di bawah 100 juta rupiah, atau tepatnya sekitar 60 juta rupiah pada akhir 2017 lalu. Itulah bukti bahwa anak muda bisa berkembang dengan cepat.

Jokowi lalu bercerita soal kunjungannya salah satu outlet kopi yang digandrungi anak muda. Dia memuji kualitas kopi tersebut, yang ternyata pendirinya adalah anak muda.

“Begitulah. Anak-anak muda sekarang ini memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan apa pun. Kemarin saya menyampaikan agar mereka jangan gampang mengeluh kalau menghadapi persoalan atau hambatan. Dari masalah dan hambatanlah kita bisa belajar banyak,” ujar Jokowi.

Kini, Jokowi mendukung penuh bisnis yang digeluti putranya. Ia hanya berpesan kepada anak-anak untuk memulai bisnis benar-benar dari nol.

Sebab, dia ingin sang anak benar-benar mengerti seluk-beluk bisnisnya sendiri. Apabila mengerti seluk-beluk bisnisnya, Jokowi pun yakin bisnis tersebut tidak akan goyah walaupun diterpa kesulitan.

“Kepada anak-anak saya, saya sampaikan, memulai sesuatu itu lebih baik dari nol, bukan dari punya sesuatu yang besar. Bisa ambruk nanti kalau terkena gelombang kecil, apalagi gelombang yang besar,” ujarnya.

Relasi Jokowi dan Kaesang seperti di atas bisa menjadi teladan bagi kita semua. Keberhasilannya mendidik anak-anaknya hingga mandiri dan sukses di usia muda merupakan kelebihan yang harus diakui.

Hal itu yang mungkin tak dimiliki oleh lawannya, Prabowo Subianto. Baik dari segi kedekatan, kehangatan, hingga keberhasilan putra-putranya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments