in

Program MEKAAR untuk Kaum Ibu agar Berdaya dan Sejahtera

Jokowi & Peserta Program MEKAAR, foto: setkab.go.id

Hampir lima tahun ini, perhatian Presiden Joko Widodo kepada kemandirian usaha rakyat sangat besar. Berbagai kebijakan digelontorkan agar ekonomi kerakyatan itu tak hanya menjadi sekadar konsep bagi akademisi.

Ekonomi kerakyatan adalah garis pemikiran yang bertumpu pada keberpihakkan pemerintah untuk mendorong kemandirian rakyat melalui usaha-usaha ekonominya. Dari usaha ekonomi itu, rakyat akan semakin berdaya dan bermartabat. Juga, diharapkan dapat lepas dari jerat kemiskinan.

Usaha rakyat yang dimaksud biasanya menjadi tulang punggung penghidupan keluarga. Memang tidak besar, tetapi cukup untuk menghidupi anak dan rumah tangganya. Meski begitu, sektor inilah yang menjadi tulang punggung perekonomian negara, baik karena jumlah maupun serapan tenaga kerjanya.

Nah, usaha Presiden Jokowi untuk memberdayakan perekonomian rakyat ini adalah dengan mendorong pembesaran dan penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bagi Jokowi, sektor UMKM inilah sebenar-benarnya usaha rakyat itu, dan karenanya perlu disokong oleh pemerintah agar semakin kuat.

Kendala terbesar bagi UMKM selama ini, salah satunya, terletak pada akses permodalan. Pasalnya, sebagian bank atau industri finansial masih belum percaya dengan kredibilitas usaha rakyat yang masih mini itu.

Namun, Jokowi berpikiran beda. Dia justru ingin memberikan akses permodalan yang seluas-luasnya kepada usaha rakyat itu agar mereka bisa berkembang dengan makasimal. Harapannya, bila usaha rakyat ini berkembang maka kemandirian dan kesejahteraan akan turut mengikutinya.

Mungkin latar belakang Presiden Jokowi yang tumbuh dari ‘bawah’, turut memperngaruhi alam pikirnya. Dia tahu betul bagaimana ‘jatuh bangunnya’ mendirikan usaha, dimulai dari bisnis UMKM. Pengalaman sejarah itu menjadi pelajaran berharga di kala dirinya memimpin.

Maka beberapa program ‘suntikan’ modal ke sektor UMKM pun diluncurkan, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit Umi, hingga program Mekaar.

***

Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) secara langsung memberi akses keuangan ke berbagai masyarakat termasuk kelompok para ibu yang berpotensi menjadi pendukung ekonomi keluarga.

Program ini dijalankan oleh perusahaan BUMN, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk mendukung upaya efektif pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan.

Adanya program ini juga menjadi salah satu bukti keberpihakan pemerintahan Presiden Jokowi kepada ‘wong cilik’, terutama dalam memberdayakan Ibu-Ibu untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarganya.

Ibu-Ibu yang menjadi peserta diberi pinjaman modal usaha dari Permodalan Nasional Madani (PNM). Besaran modal mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta per keluarga. Melalui modal itu mereka bisa membuka warung, atau usaha lainnya yang produktif.

Hingga kini sebanyak 4,16 juta nasabah sudah menikmati program Mekaar di seluruh Indonesia. Namun Presiden memerintahkan Kementerian BUMN mengoptimalkan bantuan ini. Tujuannya, untuk mendorong lebih banyak lagi masyarakan yang terjangkau dengan program ini.

Pemerintahan Presiden Jokowi akan terus mewujudkan komitmennya untuk mendorong nasabah MEKAAR agar bisa naik kelas. Setelah dari usaha ultra-mikro, mereka bisa naik tingkat menjadi usaha kecil atau menengah, sehingga bisa mengakses kredit permodalan yang lebih besar melalui KUR.

Pada awal 2019 ini, nasabah MEKAAR yang dinyatakan lolos dalam proses pembinaan yang dilakukan PNM, dan telah dinilai layak untuk dibiayai, akan menerima dana KUR Mikro yang dikucurkan oleh Bank BNI.

Dalam catatan BNI, saat ini terdapat lebih dari 1.500 nasabah MEKAAR yang telah memenuhi kriteria dan layak menerima KUR Mikro BNI dengan rata-rata maksimum mencapai Rp 10 juta, dan tersebar di Jakarta, Garut dan Tasikmalaya.

Saat berbincang dengan nasabah MEKAAR, Jokowi mengajak mereka untuk bekerja lebih keras agar bisa mendapatkan dana bantuan yang lebih besar dari perbankan.

“Kalau bapak ibu bekerja keras, saya yakin pasti berhasil. Dan ingat, pendapatan itu harus ditabung setiap harinya. Kalau disiplin menabung dan membayar cicilan, usahanya bisa makin besar,” ujar Jokowi seperti diberitakan JPNN, Minggu (27/1).

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta kepada peserta program Mekaar untuk menjaga kepercayaan yang diberikan melalui pinjaman modal tanpa agunan itu, dengan tiga prinsip, yaitu jujur, disiplin dan kerja keras dalam melaksanakan usaha yang dirintisnya.

“Hati-hati, Ibu-Ibu diberi kepercayaan, pegang yang namanya kepercayaan. Jangan sampai ibu-ibu kehilangan kepercayaan, baik dari program Mekaar dari PNM, maupun dari konsumen kita,” kata Presiden Jokowi saat meninjau pelaksanaan program Mekaar di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/1/19).

***

Banyak kisah sukses dari program Mekaar ini. Mereka merasakan langsung manfaat dari adanya program permodalan kepada ibu-ibu ini. Misalnya, warga yang bernama Daryuni asal Karanganyar ini.

Yuni (panggilan akrabnya) sehari-harinya bekerja dengan memenuhi pesanan jamu menceritakan bagaimana program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Yuni merupakan salah seorang nasabah yang hadir dalam acara peninjauan program Mekaar yang dihadiri Presiden Joko Widodo di lapangan asrama polisi, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (26/1/2019).

“Kalau ada orang yang pesan jamu, saya kirim-kirimi. Minta jamu saya antarkan,” ucapnya ketika ditanyakan oleh Presiden.

Bantuan permodalan PNM Mekaar sebesar Rp 3 juta yang diterimanya membuatnya dapat meningkatkan perekonomian hingga memiliki penghidupan yang lebih baik.

“Dapat Rp 3 juta saya jualan pempek sama es campur,” tuturnya.

Selain itu, Yuni juga mengakui bahwa dirinya kini dapat membuka kios usaha kecil-kecilan lewat bantuan tersebut.

Lewat kerja keras itu pula, Yuni mulai dapat memperbaiki kehidupannya. “Tadinya buat makan saja susah. Sekarang alhamdulillah sama suami juga bisa makan,” ucap Yuni.

Di hadapan 524 nasabah PNM Mekaar di Kecamatan Kemayoran, Presiden Jokowi kembali mengingatkan soal nilai-nilai utama yang harus dimiliki, yakni jujur, disiplin, dan kerja keras.

Dia berharap banyak agar lebih banyak lagi nasabah yang mampu memanfaatkan program ini dan meningkat ke tingkatan selanjutnya. Inilah program kerakyatan yang tak perlu disangsikan lagi.

Program seperti ini yang akan dilanjutkan bila Jokowi terpilih kembali nanti. Rakyat akan semakin berdaya, bermartabat, dan sejahtera. Inilah alasan logis dan rasional mengapa pemerintahan Presiden Jokowi harus dilanjutkan kembali.

#JokowiSekaliLagi

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments