in , ,

Prabowo Sosok Emosional Tak Cocok Dengan Karakter Masyarakat

Prabowo, foto: tagar.id

Pemimpin rakyat haruslah mencerminkan masyarakatnya. Dilihat dari kondisi masyarakat Indonesia yang mengedepankan keramahan penting pemimpin juga mencerminkan.

Watak sopan dan santun masyarakat kita perlu diiringi dengan sikap pemimpinnya. Apalagi pemimpin adalah orang yang harus siap menerima konsekuensi.

Cacian dan makian pasti tidak terlepas dari seorang pemimpin. Maka perlu bagi pemimpin untuk terus sabar dalam memimpin.

Kiai Ma’ruf mengatakan mengenai kriteria pemimpin yang baik. pemimpin yang jangan cepat emosi dan harus sabar. Itulah perbedaan Kiai Ma’ruf Amin yang sabar dan bijaksana, dengan perilaku prabowo yang galak, pemarah dan emosional dengan mengangkat peristiwa gebrak meja, kata-kata kasar spt “bajingan, perkosa, rampok”, dll.

Ma’ruf Amin menilai, sikap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menggebrak podium saat kampanye tidak elok.

Ma’ruf mengatakan, seorang pemimpin semestinya mampu mengontrol emosi dan bersikap sabar.

“Ya itu lah. Pemimpin itu jangan kita cepat emosi. Ya, sabar. Santun,” ujar Ma’ruf

Ma’ruf menilai, sikap seperti itu tidak akan disukai oleh masyarakat Indonesia sebagai pemilihnya.

“Masyarakat justru akan tidak tertarik,” lanjut Ma’ruf.

Prabowo sebelumnya menggebrak podium saat berorasi.

Hal itu dilakukan Prabowo saat berorasi menyinggung mengenai netralitas TNI dan Polri.

Dari video yang beredar di sejumlah media, saat berpidato, Prabowo berpesan kepada tentara dan polisi yang masih aktif agar netral.

Ia berharap aparat tidak mengabdi kepada segelintir orang, apalagi antek asing.

“Itulah, pemimpin itu jangan kita cepat emosi. Ya, sabar, santun,” ucap Ma’ruf

Dia juga memberikan saran mengenai narasi yang sering dimunculkan Prabowo saat berkampanye. Menurutnya, pemimpin harus memberikan keteduhan, bukan yang memancing permusuhan.

“Pemimpin itu harus bicara yang bijak, yang mengayomi, yang mengajak, memberikan tuntunan-tuntunan yang positif. Jangan mengajarkan sikap-sikap yang keras, bermusuhan. Dan sifat-sifat yang lebih baik,” kata Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf Amin masyarakat menginginkan pemimpin yang memiliki sifat santun dan bermartabat.

“Dan itu yang justru masyarakat menginginkan seperti itu. Ketika itu tidak didapat, dia akan mencari pemimpin yang santun,” pungkasnya.

Selain itu, Prabowo pun meminta kepada anggota TNI dan Polri untuk tidak membela kepentingan asing. Prabowo menyebut, TNI dan Polri adalah TNI dan Polrinya rakyat Indonesia.

Melihat Prabowo yang menggebrak-gebrak mimbar, Ketua Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Amien Rais ditemani oleh Ketua FUI, Syukri Fadholi pun berdiri dari tempat duduk dan segera mendekati Prabowo.

Syukri dan Amien Rais pun berusaha menenangkan Prabowo yang menggebrak mimbar berulang kali. Amien Rais yang mengenakan surjan coklat dan blangkon hijau pun membisikkan sesuatu ke Prabowo.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments