in , , ,

Penilaian Kiai Aqil Siroj tentang Pengabdian Kiai Ma’ruf di NU

KH.Said Aqil Siradj & KH. Ma'ruf Amin, foto: nasional.tempo.co

Sebelum menjadi calon wakil presiden (cawapres), KH. Ma’ruf Amin adalah Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU). Pengabdiannya pada organisasi islam itu terentang sangat panjang hingga menduduki posisi puncak tersebut.

“Kiai Ma’ruf Amin adalah orang yang membaktikan dirinya kepada NU sejak muda. Lebih dari sepertiga hidupnya didedikasikan untuk merawat dan membesarkan NU,” begitu kesaksian Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj dalam menilai rekam jejak Kiai Ma’ruf.

Jejak keaktifan Kiai Ma’ruf Amin di NU bisa dilacak ketika ia mendirikan dan menjadi Ketua Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kelurahan Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada tahun 1964 lalu.

Saat ini di usia 75 tahun, berarti telah genap 54 tahun Kiai Ma’ruf menjadi bagian dari organisasi Islam moderat ini. Sebuah masa khidmat yang sangat panjang untuk menjaga ajaran ahlussunnah wal jamaah (Aswaja).

Khidmat Kiai Ma’ruf di NU terus menanjak seiring dengan bertambahnya jam terbangnya. Pengabdiannya dari pengurus NU di Tanjung Priok, kemudian menjadi Pengurus Wilayah NU (PWNU) DKI Jakarta, Khatib Aam Syuriah PBNU, Rais Syuriah PBNU, Mutasyar PBNU, hingga terakhir menduduki posisi puncak sebagai Rais ‘Aam PBNU pada Muktamar ke-33 di Jombang tahun 2015 lalu.

Dengan sederet pengalaman seperti itu, maka tak heran bila KH Said Aqil Siroj menilai bahwa Kiai Ma’ruf telah layak dan memenuhi kriteria ideal sebagai pemimpin untuk mendampingi Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019 mendatang.

“Beliau sangat ideal (menjadi pemimpin),” kata Kiai Said saat konferensi pers di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/8) malam.

Karena itulah, meskipun NU bukanlah partai politik, namun sangat wajar jika warga NU terpanggil untuk memenangkan tokoh NU dalam ajang Pilpres 2019 mendatang. Dukungan warga NU itu, kata Kiai Said, akan muncul dengan sendirinya tanpa harus diarahkan.

“NU bukan parpol, tapi warga NU ada rasa terpanggil untuk memenangkan tokohnya tanpa diarahkan. Tanpa dikampanyekan, warga NU sudah terpanggil untuk menyukseskan tokohnya yang sedang maju di Pilpres,” kata Kiai Said kepada wartawan di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019.

Pernyataan itu disampaikan Kiai Said saat menggelar konferensi pers terkait rencana musyawarah alim ulama yang akan digelar NU pada Februari 2019. Kiai Said menanggapi pertanyaan wartawan ihwal apakah di acara munas itu warga NU akan diarahkan untuk mendukung pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pernyataan Kiai Said itu mengulang kembali pernyataan serupa yang pernah dia ungkapkan tak lama setelah Kiai Ma’ruf Amin ditetapkan sebagai cawapres Jokowi tahun lalu.

Saat itu Kiai Said menjamin, NU akan mendukung penuh pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Tanpa perlu didorong-dorong, kata dia, warga NU secara otomatis akan berjuang memenangkan pasangan itu.

Warga NU akan merasa punya tanggung jawab moral untuk mendukung mantan pemimpin tertinggi NU itu. Terpilihnya Kiai Ma’ruf Amin menjadi cawapres, menurut Kiai Said, membawa kebanggaan tersendiri dan meningkatkan rasa percaya diri para kader dan warga NU.

Kader NU akan berjuang menjadi cawapres dengan misi mempertahankan Pancasila, toleransi, dan kebhinekaan, masa kamu tak mau turut mendukung? Lebih baik #IkutKiai saja.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments