in , ,

Paham Khilafah di Kubu 02, Jokowi-Ma’ruf komitmen jaga Pancasila dan NKRI

Presiden Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin, foto:tempo.co

Satuhal yang tidak bisa ditawar dalam kedaulatan Indonesia adalah ideologi Pancasila yang sudah dikokohkan oleh para Founding Father bangsa. Pancasila menjadi penguat dan sebagai kesatuan atas keberagaman juga jati diri rakyat Indonesia.

Pancasila menjadi ideologi baku karena menggambarkan watak bangsa kita. Termasuk sebagai cara mempersatukan keberagaman yang ada.

Unsur-unsur masyarakat pada saat itu pula sepakat dengan Ideologi Pancasila mulai dari unsur keagamaan, nasionalis, dan banyak unsur lainnya agar Pancasila menjadi ideologi pemersatu.

Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati untuk tidak bisa lagi diubah. Jika ada pihak yang merubahnya justeru ialah penghianat negara.

Namun bagaimana jika dalam kontestasi Pilpres ada calon yang didukung oleh kelompok khilafah yang tentu saja ingin merubah konsep Ideologi Pancasila.

Inilah yang harus diantisipasi. Negara, pemerintah harus hadir dan bersatu melawan kelompok yang ingin merubah Pancasila.

Sebagaimana diketahui pendukung paham khilafah ada di kubu Prabowo-Sandi. Adapun fakta mengungkapkan bahwa HTI mendukung Prabowo-Sandi.

Ma’ruf Amin menyebut bahwa paham khilafah sudah tertolak di Indonesia. Menurutnya, Indonesia sejak awal sudah memiliki kesepakatan sejak awal soal sistem negara yang diterapkan, yakni republik.

Tidak boleh ada sistem lain selain republik, karena itu Ma’ruf menyebut khilafah itu bukan ditolak, tapi tertolak, tertolak itu otomatis tidak bisa masuk.

Karenanya, menurut Ma’ruf, paham khilafah tak mungkin diterapkan di Indonesia karena akan menyalahi dan merusak kesepakatan yang sudah ada sebelumnya.

Disisi lain Ma’ruf kemudian melihat keberadaan pendukung khilafah di kubu penantang alias 02. Hal itu disampaikan Ma’ruf menanggapi pernyataan mantan Ketua BIN Hendropriyono yang menyebut bahwa di Pilpres 2019 ada pertarungan antara ideologi Pancasila melawan khilafah.

Karena memang pendukung khilafah ada kubu 02 Jadi mungkin disamadengankan karena memang ada kubu 02 masalahnya itu saja.

Ma’ruf menuturkan lebih lanjut, bahwa sejatinya kedua kubu dalam Pilpres 2019 ini sama-sama menganut ideologi Pancasila. Namun keberadaan pendukung khilafah di salah satu kubu membuat anggapan pertarungan antar ideologi berhembus.

Kelompok yang menginginkan khilafah dan mengubah Pancasila seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat ini berkumpul di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Bagi HTI tidak ada pilihan lain kecuali mendukung Paslon 02. Sebab jika Jokowi terpilih lagi HTI sudah pasti tidak bisa lagi berkembang di Indonesia karena memang sudah dilarang.

Jokowi membubarkan HTI setelah berkonsultasi dengan ormas-ormas besar Islam dan pimpinan partai politik Islam.

HTI yang ingin mendirikan khilafah dianggap tidak mengakui Pancasila dan NKRI.

Jika Prabowo menang, HTI berharap bisa mengembangkan paham khilafah ini termasuk paham intoleran lainnya.

selama ini sejumlah kelompok Islam garis keras, termasuk HTI, membangun narasi bahwa Prabowo merupakan pembela Islam. Namun, narasi itu terbukti bertolak belakang dengan fakta yang ada.

Mereka akhirnya tidak peduli pada keislaman Prabowo karena merasa hanya dengan Prabowo menanglah HTI bisa kembali muncul dan tidak dilarang seperti di pemerintahan Pak Jokowi.

Berbeda dengan Pasangan Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin yang berkomitmen untuk terus menjaga Pancasila dan NKRI. perbedaan diantara kubu 01 yang pancasilais dan pendukung 02 yang mendukung khilafah.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments