in , , ,

Minim Gagasan, Wacana Sandiaga untuk Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Halal Terlihat Basi

KH. Ma'ruf Amin & Sandiaga Uno, foto:merdeka.com

Politik tanpa gagasan ibarat berlayar tanpa petunjuk kompas. Semuanya hanya mengikuti perasaan, tanpa ada arah pasti yang menjadi tujuan. Semuanya hanya serba terombang-ambing.

Begitulaah perumpamaan yang mungkin sepadan dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno hari ini. Betapa tidak, mereka mengajukan diri sebagai pasangan capres-cawapres tetapi minim gagasan yang ditawarkan untuk memimpin Indonesia ke depan.

Alhasil, politik yang ditawarkan pun hanya berupa ketakutan, kekhawatiran, hingga kebencian semata. Tak ada semangat optimisme ataupun visi yang jernih. Kalaupun ada gagasan, sayangnya itu pun sudah dilakukan sebelumnya.

Jadi, semuanya serba nanggung.

Lihat saja, beberapa waktu lalu Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno itu bercita-cita ingin membawa Indonesia menjadi pusat ekonomi halal dunia dalam lima tahun mendatang, atau ketika dia dan Prabowo berhasil menjadi pemimpin nasional.

Dia menuturkan ekonomi halal memiliki potensi yang besar karena didukung populasi muslim di seluruh dunia.

“Ekonomi Halal ini dahsyat potensinya. Pasarnya mencapai 1,8 miliar populasi muslim di dunia,” ujar Sandiaga Uno pada acara ‘Inisiatiif Indonesia Menang Pusat Ekonomi Halal Dunia’ di Hutan Kota Sangga Buana, Jakarta, Jumat (1/2).

Sandi mengingatkan jangan sampai Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar dunia tidak mampu memanfaatkan kesempatan untuk menjadi pusat ekonomi halal.

Gagasan Sandi tersebut sekilas memang baik, bahkan sangat baik. Namun, apakah itu kontekstual? Jelas tidak.

Karena ekonomi halal itu sudah dipraktikkan sejak lama di Indonesia. Jadi tanpa dijanjikan oleh Sandi pun sudah dikerjakan hari ini.

Menanggapi itu, calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin pun menyindir gagasan ‘usang’ Sandi tersebut. Menurutnya, inisiatif Sandi itu sudah telat karena sudah dikerjakan sejak lama, tetapi dia baru mewacanakannya.

“Ada yang bilang nanti kalau saya katanya akan menjadikan halal dunia, saya bilang telat ente. Saya bersama MUI sudah 24 tahun ngurusin halal,” kata Kiai Ma’ruf dalam acara Istighosah di GOR Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2019).

Mantan Ketua MUI itu mengatakan, Indonesia sudah menjadi rujukan standar halal dunia saat ini. Bahkan, di Tanah Air sudah ada regulasi yang mengatur hal tersebut, yakni Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

“Standar halal Indonesia sudah menjadi standar halal dunia. Sudah ada UU Jaminan Produk Halal. Bahkan jaminan produk halal itu sudah ditetapkan sesuai UU, itu sudah ada tidak lagi sukarela, tapi mandatori atau wajib membuat sertifikat halal,” terang Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf menambahkan, dirinya mau menjadi cawapres pendamping Jokowi karena salah satunya ingin mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Karenanya Kiai meminta dukungan dari kalangan Nahdliyyin agar kelak bisa menang Pilpres 2019.

“Makanya, kita merumuskan yaitu UU Halal, ekonomi syariah, Insya Allah akan terus dikembangkan. Makanya saya mau diajak beliau untuk menjadi calon wapres RI. Insya Allah dengan doa dan dukungan, saudara-saudara khususnya kalangan Nahdliyyin dan Nahdliyyat, Insya Allah kami dan Pak Jokowi akan memenangkan Pilpres yang akan datang,” tuturnya.

Begitulah gagasan usang Sandiaga yang akhirnya di-smash oleh Kiai Ma’ruf. Hal itu membuktikan bahwa kubu oposisi itu tak memiliki gagasan yang solid untuk memberikan alternatif bagi kepemimpinan Indonesia.

Tanpa gagasan, politik kubu oposisi itu sangat menjemukan. Apalagi menjadikannya sebagai pilihan.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments