in , , , ,

Menjawab Polemik Kenaikan Gaji PNS untuk Apa?

Presiden Jokowi Memastikan Gaji PNS Akan Naik, Foto:tribunnews.com

Ada kabar gembira untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil. Pasalnya, setelah empat tahun lebih menjadi Kepala Negara dan Pemerintahan, Presiden Joko Widodo akhirnya menaikkan gaji mereka.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni – Terbanggi Besar, Lampung Selatan, Jumat (8/3/2019). Jokowi menjelaskan, bahwa aturan kenaikan gaji hak abdi negara saat ini tengah difinalisasi.

Presiden RI ke-7 itu memastikan, gaji PNS akan naik pada April 2019 dengan rata-rata 5%.

“Ini PP sedang disiapkan. Awal April sudah diberikan, dirapel. Plus Gaji ke-13 di bulan berikutnya menjelang lebaran,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Artinya, sejak Januari 2019, PNS sudah menerima kenaikan gaji secara otomatis rata-rata 5%. Namun, karena aturan belum diteken, maka kenaikan gaji belum dibayarkan kepada para PNS.

Jokowi pun memastikan, bulan depan PNS sudah bisa mendapatkan kenaikan gaji.

Alasan Politis?

Banyak yang menduga kenaikan gaji PNS ini untuk suara Jokowi di Pilpres 2019. Berkaitan dengan itu, Jokowi menepisnya. Menurutnya, kenaikan gaji ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja ASN.

Bahkan, alasan kenaikan gaji PNS ini sudah disampaikannya saat menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN 2019 beserta Nota Keuangan di gedung parlemen, Agustus silam.

Jokowi mengungkap alasannya menaikkan gaji PNS. “Ini bagian dari percepatan pelaksanaan reformasi di 86 kementerian dan lembaga untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan transparan,” kata Jokowi.

Dengan demikian, kebijakan kenaikan gaji PNS ini memang sudah direncanakan lama. Bukan hasil kebijakan kebut semalam.

Keputusan soal gaji itu juga sudah disahkan melalui APBN 2019, yang mana keputusannya ada di tangan DPR RI. Sehingga, kebijakan ini memang sudah disepakati oleh pemerintah dan parlemen.

Senada dengan itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin, menyatakan bahwa pemberian upah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) berbanding lurus dengan kualitas kerja dari para abdi negara seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Jadi memang apa yang dilakukan negara dan timbal baliknya buat Aparatur Sipil Negara (ASN), kita (pemerintah) sesuai Undang-Undang ASN,” ujar Syafrudin.

Adapun peraturan yang dimaksud yakni Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pada regulasi tersebut, Syafruddin menerangkan, kategori ASN terbagi menjadi dua, antara lain PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Dia melanjutkan, pihak pemerintah memang menilai apa yang dilakukan oleh PNS berdasarkan kinerjanya. “Jadi kalau kinerjanya bagus, salary dan tunjangan akan disesuaikan,” ujar dia.

Dia menuturkan, hal itu sejalan dengan prinsip yang kini diterapkan di pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang mengutamakan sisi objektivitas dalam membayar pekerjanya.

“Pemberian gaji dan kinerja ini tidak memukul rata sama di seluruh daerah. Disesuaikan dengan kondisi kinerja dia. Kami sekarang sudah menuju ke objektivitas,” pungkas dia.

Jangan Dipolitisasi

Dengan adanya penjelasan di atas, sebaiknya kebijakan kenaikan gaji PNS itu jangan dipolitisasi. Lahirnya semangat itu adalah untuk reforma birokrasi, bukan demi kepentingan suara.

Lagian, kebijakan ini sudah lama disiapkan. Bukan yang memang disengaja kala mendekati Pilpres.

Bila ada yang memiliki asumsi seperti itu, dia sebaiknya mempelajari secara detail lahirnya kebijakan tersebut, yang mana sebenarnya sudah disetujui di parlemen. Artinya, baik kubu oposisi maupun pemerintah sudah sepakat seiya sekata dengan kebijakan tersebut.

Maka akan sangat lucu bila pendukung kubu oposisi mempermasalahkannya sekarang. Terlihat bahwa dia sebenarnya bukan mengkritik secara obyektif, tetapi berlandaskan benci dan kepentingan politik pula di belakang kepalanya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments