in , ,

Menimbang Pemimpin yang Berpengalaman, Jokowi atau Prabowo?

Presiden Jokowi dan Prabowo, foto:tempo.co

Pemimpin itu ibarat sopir. Dia yang akan mengarahkan mobil ini menuju ke arah mana. Selamat atau tidaknya penumpang di dalam mobil sangat dipengaaruhi oleh kecakapan sopir, berikut dengan jam terbangnya.

Begitupula dengan Presiden untuk Indonesia. Arah bangsa Indonesia di masa depan akan ditentukan oleh siapa yang akan memimpin Indonesia saat ini. Tergantung pada kepemimpinan, kapasitas dan pengalamannya.

Oleh karena itu, Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, meminta agar masyarakat tidak memilih kandidat pemimpin yang hanya coba-coba. Apalagi untuk memimpin lebih dari 260 juta warga Indonesia.

Hal itu disampaikannya dalam acara Deklarasi Alumni Universitas Trisakti di Basket Hall kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (9/2).

Menurutnya, faktor pengalaman itu menjadi sangat penting dalam kontestasi politik. Pemimpin yang cakap akan akan dinilai dari kemampuan dan rekam jejaknya.

Soal itu, Jokowi jelas lebih unggul dibandingkan lawannya, Prabowo Subianto. Pasalnya, Jokowi telah berhasil memimpin dari skala paling kecil yakni keluarga hingga tingkat negara. Ia juga telah memiliki pengalaman 18 tahun memimpin ketika berwiraswasta.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, pengalaman menjadi pemimpin dari kelompok terkecil merupakan modal penting dalam mengelola negara. Contohnya, dimulai dari memimpin keluarga.

“Saya ingin bercerita sedikit betapa pentingnya yang namanya pengalaman. Pengalaman terpenting adalah kepemimpinan, memimpin sebuah keluarga. Sebuah kepemimpinan harus kita kelola mulai dari yang kecil,” ujar Jokowi di Jakarta, Sabtu (9/2).

“Kalau untuk urusan ini (mengenai keluarga) saya memiliki pengalaman,” katanya.

Pengalaman memimpin itu dilanjutkan Jokowi dengan menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, hingga akhirnya menjadi Presiden Indonesia selama periode pertama. Kali ini, Jokowi kembali maju dalam kontestasi Pilpres bersama KH. Ma’ruf Amin.

Jokowi pun menceritakan pengalamannya menjadi pemimpin. “Di sini saya menapaki jalan pengalaman pemerintahan dimulai dari bawah, menjadi wali kota dua kali memimpin 600 ribu penduduk Solo, naik memimpin Jakarta 10 juta orang, naik lagi mengelola bangsa besar Indonesia dengan penduduk 260 juta,” kata Jokowi.

Karir yang dimulai dari bawah itu telah membuat Jokowi kenyang akan pengalaman. Ia memiliki rekam jejak dan bukti kuat sebagai pemimpin yang tahan banting, tidak cengeng dan mudah dikalahkan.

Menariknya, Jokowi selalu memiliki prestasi yang sangat baik di setiap jenjang kepemimpinannya. Misalnya, dia pernah menyabet sebagai sebagai Walikota terbaik ketiga di dunia kala memimpin Solo.

Jokowi juga menyabet berbagai penghargaan kala memimpin DKI Jakarta. Hingga pernah dinobatkan sebagai pemimpin terbaik ketika menjadi Presiden RI. Banyak tokoh internasional juga memuji kepemimpinan Jokowi.

Tak bisa dipungkiri, salah satu kunci sukses Jokowi di atas ditopang oleh pengalaman dalam memimpin keluarga. Semua kepemimpinan itu harus dimulai dari bagaimana kita mengelola atau me-manage keluarga.

“Saya cerita sedikit betapa pentingnya pengalaman, pengalaman penting dari sebuah kepemimpinan, pengalaman penting adalah memimpin keluarga. Semua kepemimpinan harus dimulai bagaimana kita mengelola, me-manage keluarga. Nah ini, urusan ini saya punya pengalaman,” tambah Jokowi.

Keharmonisan keluarga Jokowi terbukti membawa pengaruh besar bagi kepemimpinannya. Apalagi saaat ini Jokowi telah sukses mendorong anak-anaknya bisa hidup mandiri dan sukses sejak masa muda, serta tidak bergantung pada kekuasaan orang tuanya.

Pengalaman memimpin baik dari tingkat keluarga, kota, provinsi, hingga negara adalah syarat utama dari calon pemimpin hari ini. Dan kita tahu, seluruh aspek itu ada dalam diri Jokowi.

Sebaliknya, pengalaman dan rekam jejak itu yang tak dimiliki oleh lawannya, Prabowo Subianto. Dia itu memimpin keluarganya saja gagal, apalagi negara.

Untuk itulah, kita perlu memilih pemimpin yang benar-benar berpengalaman. Jangan yang coca-coba. Karena nasib anak-cucu bangsa Indonesia di masa depan terletak di tangan kita hari ini.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments