in , , ,

Membandingkan Komitmen Jokowi dan Sandiaga Uno terhadap Pasar Rakyat

Jokowi dan Sandiaga Uno, foto:merdeka.com

Pasar rakyat adalah tulang punggung perekonomian nasional. Sebab segala kebutuhan hidup masyarakat diperjualbelikan di pasar rakyat tersebut. Juga ada jutaan orang yang bergantung pada geliatnya.

Namun, kemajuan pasar rakyat ini tergantung pada iklim perpolitikan nasional. Orientasi pembangunan dan keberpihakkan pemimpin akan menentukan maju mundurnya pasar rakyat. Begitu juga dengan sentimen politik yang digaungkannya.

Hal ini yang diakui oleh Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP), Abdul Rosyid Arsad. Ia beberapa lalu sempat mengecam ucapan yang sering dilontarkan oleh Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sebagaimana diketahui, wakil dari Prabowo Subianto itu kerap menyampaikan pernyataan yang kontroversial ke publik terkait melonjaknya harga bahan pangan. Hal itu dimaksudkan untuk menyudutkan pemerintahan Presiden Jokowi.

Padahal, kenyataannya harga pangan cukup stabil dalam beberapa tahun ini. Faktor ‘kebijakan inflasi rendah’ yang diterapkan Presiden Jokowi dalam beberapa tahun ini adalah penyebabnya.

Dengan adanya statemen harga bahan pokok di pasar mahal, maka itu sama saja membuat pedagang jadi khawatir. Karena masyarakat jadi enggan untuk berbelanja.

Inilah efek beruntun dari sentimen negatif yang tak dipahami oleh Sandiaga Uno. Atau, kemungkinan lain, Sandi memang berusaha ‘meruntuhkan’ pasar rakyat untuk diganti dengan ritel-ritel modern yang tak menguntungkan rakyat kebanyakan.

“Pasar sepi akibat omongan Sandiaga Uno bahwa harga bahan pokok di pasar mahal, pedagang pasar membantah. Ini metode penghancuran pasar rakyat ke modern,” kata Abdul.

Kontras dengan Sandiaga, apa yang dikerjakan oleh Joko Widodo justru sebaliknya. Selama 4 tahun ini, pemerintahan Presiden Jokowi justru banyak membangun dan merevitalisasi pasar rakyat.

Hingga akhir tahun 2018 lalu, pemerintahan Presiden Jokowi telah membangun atau merevitalisasi sebanyak 4.211 pasar rakyat. Program tersebut akan dilanjutkan dengan membangun atau merevitalisasi sebanyak 1.037 pasar rakyat, baik secara fisik maupun nonfisik di tahun ini. Sehingga, diperkirakan akan terbangun 5.248 pasar selama 5 tahun pemerintahan Jokowi.

Program pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat ini merupakan upaya pemerintahan Presiden Jokowi untuk mengangkat citra dan merawat eksistensi pasar agar memiliki daya saing dan mampu bertahan dalam era persaingan bebas.

Harmonisasi antara strategi dan implementasi program ini pun terus diperkuat untuk lebih mengoptimalkan kinerja pasar bagi perekonomian rakyat.

Bagi Jokowi sendiri, pasar rakyat mempunyai peran dan fungsi ganda. Selain sebagai penggerak perekonomian, pasar juga merupakan wahana interaksi sosial dan budaya masyarakat di daerah. Oleh karena itu, pembangunan dan peremajaan pasar-pasar rakyat itu selalu mendapat perhatian lebih.

Presiden Jokowi mengakuinya bahwa apa yang dikerjakannya itu sebagai bagian dari komitmen dan cintanya pada ekonomi rakyat. Pasar rakyat ini adalah wujud riil dari usaha ekonomi yang ditekuni rakyat itu.

“Itu kecintaan saya terhadap pasar rakyat. Bangun semuanya. Dari pasar yang becek, tidak teratur, tidak rapi, tidak ada tempat parkir, bau. Jadi pasar yang ada tempat parkirnya, pasar yang bersih, tertata, tidak bau. Memang konsumen membeli atau menghendaki seperti itu,” ujar dia di Hotel Arya Duta, Rabu (12/12).

Ungkapan Jokowi itu ternyata tak hanya janji manis ala politisi pada umumnya. Pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat yang cukup masi selama 4 tahun itu adalah bukti yang tak terbantahkan.

Selain itu, Jokowi juga memiliki rekam jejak yang baik terkait komitmennya membangun pasar rakyat ini. Selama 8 tahun menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi telah merevitalisasi 29 pasar.

Kala itu, Jokowi tak dapat merevitalisasi 43 pasar rakyat di seluruh Solo lantaran tak bisa menyelesaikan tugasnya sebagai wali kota hingga akhir periode. Pasalnya, Jokowi dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Dari penjelasan di atas, kita sebenarnya bisa menangkap kesan yang kuat bahwa Jokowi memang ingin membangun pasar rakyat itu. Hal itu terlihat dengan gamblang melalui rekam jejak dan hasil kerjanya.

Jadi, bila diperbandingkan ada perbedaan yang tajam antara Sandiaga Uno dan Jokowi. Bila cawapres Prabowo itu kerap menyebarkan berita bohong yang menyudutkan pedagang pasar, sebaliknya dengan Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu justru memiliki cinta dan komitmen yang kuat kepada keberadaan pasar rakyat.

Catatan inilah yang patut ditandai oleh rakyat.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments