in , ,

Mari Belajar dari Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet,foto:nusantaranews.co

Apa jadinya bila hoax Ratna Sarumpaet itu tidak terbongkar? Tentu saja, informasi sesat akan liar di masyarakat.

Publik akan digelayuti pertanyaan, siapa pelakunya?

Di tengah polarisasi politik yang semakin tajam seperti menjelang Pilpres ini, pihak oposisi akan dengan mudah menuduh pemerintah sebagai pelakunya. Apalagi korbannya adalah ‘teman’ mereka.

Premisnya sederhana saja, jika korbannya adalah pihak oposisi, maka publik akan mengira pelakunya itu pasti dari pemerintah. Kalaupun bukan aparatur negara, kemungkinan besar adalah preman bayaran pemerintah.

Logika dualitas seperti itu sudah umum di masyarakat. Padahal, bisa saja kasus itu direkayasa.

Untungnya, kasus hoax Ratna Sarumpaet itu terbongkar dengan baik. Kita patut mengapresiasi kerja kepolisian yang sigap seperti itu, sehingga tidak menjadi bola liar yang panas.

Menariknya, kasus Ratna Sarumpaet tersebut juga bisa menjadi pembelajaran yang berharga bagi masyarakat Indonesia. Kita akhirnya sadar bahwa tak selamanya isu yang diusung oleh oposisi itu benar adanya, bahkan relatif lebih banyak berbentuk hoax yang menggelikan seperti itu.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo dengan nada ‘satir’ turut memuji Ratna Sarumpaet dan kubu oposisi. Karena dari para pendukung Prabowo itu, masyarakat Indonesia akhirnya mendapatkan pelajaran mengenai “bagaimana isu hoax itu bekerja”.

Dalam beberapa acara di akhir pekan lalu, calon presiden nomor urut 01 itu memuji Ratna Sarumpaet sambil menyindir pihak-pihak yang menyebut Ratna dianiaya. Bahkan, beberapa kali jempol Jokowi diacungkan untuk Ratna.

Pertama, ketika dia membahasnya saat Deklarasi Forum Alumni Jawa Timur untuk Jokowi di Tugu Pahlawan, Jl Pahlawan, Surabaya, Sabtu (2/2/2019).

“Jangan sampai ada ngomong lagi muka lebam-lebam dipukuli dan dianiaya, padahal operasi plastik. Dipikir masyarakat itu nggak ngerti. Masyarakat kita sekarang ini cerdas-cerdas, pintar-pintar, apalagi yang ada di hadapan saya ini para intelektual,” tutur Jokowi.

Dia mempertanyakan soal hoax pemukulan Ratna hingga lebam-lebam tersebut. Jokowi menduga hal itu ingin diarahkan ke pihaknya.

“Apa sih maksudnya dulu-dulu? Ini bonyok kabeh, bonyok semuanya, ini mau diarahkan ke mana sebetulnya? Mau diarahkan ke saya, bahwa yang menganiaya itu adalah kelompoknya 01. Mau diarahkan ke saya, tahu. Ngomong-nya panjang seperti itu,” tukasnya.

Jokowi kembali bicara soal Ratna Sarumpaet ketika menerima dukungan dari Koalisi Alumni Diponegoro di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019). Dia memuji kejujuran Ratna yang mengaku berbohong, tapi mengkritik yang menyebut Ratna dianiaya.

“Katanya dianiaya. Mukanya babak belur. Lalu konpers menuduh-nuduh kita sampai konferensi pers segala. Untungnya, yang namanya Mbak Ratna Sarumpaet itu jujur,” ujar Jokowi

Jokowi mengatakan justru yang menyebar isu itu yang tidak benar. Jokowi sampai heran karenanya.

“Saya acungi jempol ke Mbak Ratna. Tapi yang nggak benar itu yang ngabarin digebukkin, itu nggak benar. Maunya apa? Maunya nuduh kita kriminalisasi, tapi masyarakat kita sudah cerdas dan pintar-pintar,” kata Jokowi.

Lagi, Jokowi mengungkit Ratna Sarumpaet dalam acara deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dia menceritakan pertemanannya dengan Ratna yang tadinya adalah anggota timses Prabowo-Sandiaga.

“Untung Mbak Ratna Sarumpaet itu jujur. Saya berteman lama dengan Mbak Ratna, berani dan jujur,” ucapnya.

Melalui kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet, setidaknya kita belajar dua hal, yaitu pertama isu bohong (hoax) dari kubu oposisi itu nyata adanya. Kedua, hoax itu digunakan untuk merengkuh ambisi politik. Pelakunya jelas adalah pihak yang terlihat sangat begitu ingin berkuasa, yaitu oposisi atau pendukung Prabowo.

Pusat hoax itu ada di diri mereka. Lantas mau menuduh lagi pemerintah sebagai pusat hoax nasional? Sungguh tak tahu malu. Dari kasus hoax Ratna Sarumpaet kita belajar banyak mengenai tabiat para pendukung Koalisi Hoax.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments