in , , ,

Kyai Ma’ruf, Sosok Penjaga Pancasila Sejati

KH. Ma'ruf Amin, foto: doc

Dengan kapasitasnya saat ini, KH. Ma’ruf Amin dinilai merupakan sosok penjaga Pancasila sejati. Sikapnya yang konsisten atas finalitas ideologi negara itu telah menjadi jawaban bagi umat Islam di Indonesia.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPP Baitul Musliman Indonesia (Bamusi), Zuhairi Misrawi. Ia menilai rekam jejak cawapres nomor urut 01 itu telah membuktikan bahwa dirinya adalah seorang penjaga sejati Pancasila.

Misalnya, dalam musyawarah nasional alim ulama Nahdatul Ulama (NU) di Surabaya, tahun 2006 lalu, muncul pertanyaan dari para kiai tentang bagaimana pandangan mereka terhadap ideologi Pancasila.

Saat itu, Kiai Ma’ruf Amin memimpin sidang. Dia lalu mengajak peserta untuk melakukan kajian dan diskusi panjang mengenai topik itu.

Kesimpulannya, Kiai Ma’ruf menyatakan bahwa Pancasila sah ditetapkan sebagai ideologi final Indonesia. Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Saat itu, Kiai Ma’ruf juga menghimbau seluruh jajaran NU dan ulama-ulama NU bahwa setelah pertemuan itu tidak ada lagi yang boleh mempertanyakan ideologi Pancasila. Pancasila sudah final.

Kapasitas Kiai Ma’ruf sebagai Rais ‘Aam PBNU, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, menjadikan dirinya sangat otoritatif menyimpulkan demikian.

Perjuangannya selama ini pun selalu berusaha mempertemukan paham Keislaman dan Kebangsaan di Indonesia. Hal itu telah bertemu dalam satu kesepakatan yang dinamakan Pancasila.

Saat ini, bersama Presiden Jokowi, Kiai Ma’ruf juga akan meneruskan perjuangannya untuk terus membumikan Pancasila. Mempertemukan paham Islam dan Kebangsaan Indonesia.

Meski tak muda lagi, Kiai Ma’ruf memiliki tekad besar agar konflik ideologis dan politisasi SARA akan selesai pada 2024 mendatang. Sehingga, Indonesia bisa melesat maju menuju negara besar di kemudian hari.

Pemilu kali ini, kita tak hanya sekadar memilih pemimpin, tapi juga menentukan arah bangsa Indonesia. Pilihannya ada pada diri kita.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments