in ,

Kyai Ma’ruf dan Masakan Rumah Kesenangannya

KH. Ma'ruf Amin& Nyai Wury, Foto: doc,nasional.kompas.com

Sebagai tokoh publik, KH. Ma’ruf Amin memiliki segudang aktivitas di luar rumah. Dirinya kerap berpergian ke luar kota hingga beberapa hari. Namun, dia memiliki makanan favoritnya tersendiri.

Meski telah menjajal makanan dari berbagai daerah, Kiai Ma’ruf ternyata memiliki makanan favorit, yakni makanan di rumah sendiri. Abah (panggilan akrab Kiai Ma’ruf di rumah) ternyata lebih suka masakan di rumah dibandingkan masakan di manapun.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Wury Estu Handayani, istri Kiai Ma’ruf Amin, ketika menemui sejumlah tamu di rumahnya Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Wury, Abah suka dengan masakan rumah. Apa saja yang dimasaknya, pasti disantap dengan suka cita oleh Kiai Ma’ruf. Mantan Rais ‘Aam PBNU itu juga tak pernah rewel soal makanan.

“Abah suka masakan saya. Beliau itu gampang soal makan. Saya masak apapun, beliau suka,” tutur Wury sebagaimana dilansir Jokowi App, Selasa (18/12/2018).

Menu makan favorit atau yang paling disukai Kiai Ma’ruf adalah ayam goreng dan ikan pindang. “Kalau saya tanya pengin dimasakin apa, Abah bilang, ikan pindang,” terang Wury.

Selain ikan pindang, ada masakan lain yang dia sukai, yaitu ayam goreng. Ketika dalam perjalanan dinas atau ke luar kota pilihan menu yang gampang ditemukan di warung makan inilah pilihan Kiai Ma’ruf.

Mantan perawat kesehatan yang kini memilih selalu mendampingi suaminya itu menjelaskan, ayam goreng menjadi pilihan yang gampang bila Kiai Ma’ruf sedang bepergian dan makan di warung atau restoran.

“Pokoknya, Abah itu gampang banget selera makannya. Kalau ke warung, ya pilih ayam goreng, tutur Wury.

Makan masakan rumah membawa manfaat yang banyak bagi ssebuah keluarga. Bisa dikatakan, kesukaan kepada masakan rumah adalah salah satu ciri keharmonisan rumah tangga.

Selain itu, makan masakan di rumah juga membawa manfaat lain. Masakan rumah jauh lebih sehat karena proses pengolahannya bisa Anda jamin sendiri. Selain itu, kita juga dapat mengatur seberapa banyak kadar garam, gula, dan zat kimia yang ada dalam masakan.

Sebuah studi dalam Journal of Marriage and Family tahun 2012 mencatat bahwa keluarga yang sering makan bersama (tentunya, dengan masakan di rumah) menunjukkan gejala depresi lebih rendah dibandingkan keluarga yang hampir tak pernah makan bersama.

Menurut tim ahli yang meneliti fenomena ini, memang bukan makanannya yang bisa membantu mengatasi masalah kesehatan mental, namun waktu berkualitas dan kehangatan keluargalah yang berperan penting di sini.

Kemudian menurut penelitian lain, keluarga yang memasak masakannya sendiri memiliki kemungkinan 47% lebih tinggi untuk hidup 10 tahun lebih lama. Penelitian selama 10 tahun ini melibatkan 1.888 wanita dan pria berusia di atas 65 tahun yang tinggal di Taiwan.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan yang berasal dari Taiwan dan Australia ini telah terbit pada Jurnal Public Health Nutrition, terbitan Cambridge University.

Dengan demikian, kita bisa paham mengapa Kiai Ma’ruf lebih memilih masakan rumah, dibandingkan masakan lainnya. Karena itu terbukti memiliki beragam manfaat untuk kesehatan dan keharmonisan keluarganya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments