in , ,

koalisi Umara dan Ulama Kombinasi Pas Kebutuhan Masyarakat Indonesia

Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin, foto:monitorday.com

Sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang cenderung religius. Indonesia perlu memiliki pemimpin yang juga religiusitasnya teruji.

Selain itu jiwa nasionalisme seorang pemimpin juga penting demi menumbuhkan kecintaan rakyat dengan bangsanya.

Keduanya adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Pemimpin harus mencerminkan karakter dari masyarakatnya.

Jika dilihat lebih mendalam arti pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai koalisi umara dan ulama. Pasangan yang pas karena sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia yang nasionalis dan religius.

Siapapun seharusnya bisa menilai pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai pengayom seluruh kelompok. pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang pas, tepat dan merangkul semua.

Jokowi adalah pemimpin yang sangat berpengalaman. Apalagi, pada Pilpres kali ini Jokowi didampingi seorang ulama panutan, sehingga sudah sangat layak dipilih rakyat.

Bangsa Indonesia sedang mencari pemimpin berpengalaman. Pak Jokowi sudah berpengalaman empat tahun. Pak Jokowi didampingi seorang ulama yaitu Ketua Umum MUI.

Jokowi-Ma’ruf merupakan pasangan ulama dan umara. Karena itu, dia menyerukan kepada ribuan massa yang hadir untuk mengajak keluarga dan para tetangganya untuk ikut mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Di bawah kepemimpinan Jokowi selama ini negara aman, harga sembako murah lapangan kerja terjamin serta pembangunan infrastruktur dilakukan dengan sangat masif.

Dalam kampanye terbuka itu, Jokowi dan Kiai Ma’ruf ke depannya akan membuat Indonesia semakin maju bersama dengan Presiden Jokowi. Karena itu, Jokowi-Ma’ruf harus menang pada Pilpres 2019.

Jokowi bersama Kiai berjanji untuk membuat Indonesia menjadi Indonesia maju. Bukan Indonesia bubar. Indonesia tidak akan bubar dan tidak boleh bubar.

Joko Widodo menyatakan menggandeng Ketua Majelis Ulama Indonesia, Prof. Dr. Ma’ruf Amin sebagai pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilihan 2019. Jokowi menyatakan mempunyai alasan khusus mengapa memilih sosok Maruf yang cukup senior.

Jokowi dan Kiai Ma’ruf saling melengkapi, nasionalis-religius.

Jajaran ketua umum dan sekretaris jenderal (sekjen) partai politik pendukung Jokowi ikut berkumpul di Plataran. Mereka semua menyatakan setuju dengan keputusan Jokowi memilih Ma’ruf Amin, dengan membubuhkan tanda tangan dalam surat persetujuan.

Ma’ruf Amin bukan kader partai politik. Namun, dia menduduki posisi sentral yaitu Rais Aam Nahdlatul Ulama, ormas Islam terbesar di Indonesia.

mMa’ruf Amin pernah menjabat sebagai anggota dewan perwakilan rakyat daerah, Dewan Pertimbangan Presiden bidang hubungan Antar Agama, MPR RI, dan anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila. pengalamannya tersebut menjadi penguat dipilihnya Ma’ruf Amin menjadi pendamping Jokowi.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments