in , ,

Kiai Ma’ruf Paparkan Prabowo yang Abaikan Ijtima Ulama

KH. Ma'ruf Amin, foto:sigabah.com

Branding Pasangan Capres dan Cawapres 02 terbukti hanya omong kosong dan claim belaka. Hal ini terkait setiap branding yang mengedepankan bahwa dirinyalah hasil dari ijtima ulama.

Ijtima itu terbukti omong kosong terkait tidak adanya nama-nama yang direkomendasikan oleh ulama yang masuk dalam bursa capres maupun cawapres.

Bahkan yang menjadi hasil rekomendasi ijtima ulama tidak dijalankan. Nama Sandiaga Uno juga tidak pernah ada dalam ijtima ulama.

Kiai Ma’ruf Amin menyatakan bahwa mengenai capres dari 02 mengabaikan rekomendasi ijtima ulama. Bahwa ijtima ulama mengusulkan agar ulama menjadi Cawapres.

Berbeda dengan Jokowi yang memang menggandeng ulama sebagai wakilnya.

Kiai Ma’ruf lantas menyindir sekelompok orang melalui Ijtima Ulama, mencari sosok calon wakil presiden yang bisa diusulkan dalam Pilpres 2019.

Sebelumnya, pada Juli 2018, Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF-U) mencari sosok yang akan direkomendasikan kepada Prabowo Subianto untuk menjadi cawapresnya. Pada saat itu hadir Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Namun, malah Sandiaga Salahuddin Uno yang dipilih Prabowo. Nama yang tak pernah muncul dalam Ijtima Ulama. Di mana, seorang pengusaha dan pernah menduduki Wakil Gubernur DKI.

Bahkan ada kelompok, yang mengusulkan melalui Ijtima Ulama supaya mengambil wakilnya ulama. Justru diabaikan. Malah mengambil bukan ulama, pengusaha.

Ma’ruf pun melihat, Jokowi tidak pernah ada yang mengusulkan para ulama. Hanya mendapat penawaran kader-kader Nadhatul Ulama (NU) yang bisa saja menjadi opsi pilihannya.

Pak Jokowi enggak ada yang usul, cuma menawarkan saja. Eh, mengambil ulama. Berarti Pak Jokowi mencintai ulama.

Dengan begitu sangat jelas sikap Prabowo yang mengabaikan ulama. Bahkan menurut Yusril Keislamannya saja diragukan sehingga mengabaikan ulama.

Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa Rizieq Shihab menyebut Prabowo Subianto Islamnya tidak jelas. Hal ini yang mendasari digelarnya Ijtima Ulama II untuk mencari calon wapres ulama untuk Prabowo.

Lagi-lagi kubu Capres dan Cawapres 02 menunjukan hanya mau memanfaatkan ulama demi ambisi politik, bukan memperjuangkan kebaikan dan kebenaran.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments