in , , ,

Kiai Ma’ruf anggap Amien Rais sebagai Sengkuni yang berusaha Ganggu Pemilu

KH. Ma'ruf Amin dan Amien Rais, foto: tribunnews.com

Siapa yang tak mengenal Amien Rais, kiprahnya dalam politik skala nasional memang mempunyai catatan sejarah. Sejarah pernah melambungkan namanya atas perjuangannya melawan orde baru.

Perjuangannya pasti, tujuannya jelas dan demokrasi menjadi iklim yang hendak dilaksanakan melihat orde baru yang sudah tak lagi relevan. Manuver politiknya menjadi salah satu indikator penumbangan rezim orde baru.

Namun Amien Rais tak punya konsistensi akan perjuangannya. Dia tak punya ideologi yang pasti dalam perjuangan. Yang kemudian menjerumuskan dirinya dalam pragmatisme politik.

Baru baru ini Amien Rais kembali memainkan gaya bermain politiknya yang kasar. Amien Rais mengancam akan melakukan perang politik.

Perang politik akan dilakukan terhadap penyelenggaraan pemilu yang berlangsung di Indonesia. Tentunya perang ini akan menyasar pada KPU sebagai penyelenggara pemilu.

Terhadap manuver politik tersebut Ma’ruf Amin tak sepakat dengan pernyataan Amien Rais soal perang politik bila terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019.

Ma’ruf Amin meminta Amien Rais tak sembarang menuduh KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

Karena bagi Ma’ruf Tidak ada perang politik, Jadi menurutnya biarkan KPU melaksanakan tugasnya dengan baik.

KPU adalah lembaga yang ditunjuk secara resmi, konstitusional, karena itu jangan membuat hal-hal tuduhan yang tidak berdasar.

Ma’ruf Amin menegaskan ada mekanisme yang bisa ditempuh terkait pelaksanaan Pemilu termasuk Pilpres 2019. Karena itu, setiap keberatan terkait hasil Pemilu nantinya harus disampaikan sesuai aturan.

Kalau ada yang memang misalnya dianggap menyimpang ada cara yang bisa ditempuh, ada mekanismenya. jalur mekanisme yang resmi saja yang bisa dilakukan.

Ma’ruf menegaskan, Pemilu tidak boleh dihalangi atau diganggu. Penegakan demokrasi harus tercermin, harus terwujud. Kalau sampai pemilu itu gagal berarti kita tidak bisa menyelesaikan persoalan penting penegakan demokrasi.

Menurut Amien, perang politik tersebut bukan perang total seperti yang diucapkan Kepala Staf Kepresiden Moeldoko. Amien mengatakan kebenaran harus ditegakkan.

Kalau sampai terbukti nanti ada kecurangan yang sistematik, kemudian masif, terukur, maka jangan pernah menyalahkan kalau kita akan melakukan aksi-aksi politik, bukan perang total ala Moeldoko, bukan, tapi kita perang politik, mengawasi demokrasi bahwa kebenaran harus ditegakkan.

Pernyataan Amien Rais tentu merupakan upaya delegitimasi KPU. Ini bagian dari teknik semburan dusta.

Tuduhannya sangat berbahaya karena telah menggiring opini seolah KPU telah curang.

Ucapannya yang demikian semakin menunjukkan bahwa Amien Rais itu adalah sengkuni yang berusaha mengganggu penyelenggaraan Pemilu. Ajak rakyat untuk tidak percaya ucapannya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments