in , ,

KH. Ma’ruf Amin Sebagai Cawapres Hasil Ijtima Ulama yang Sebenarnya

KH. Ma'ruf Amin, foto:islampos.com

Ulama dalam berkeputusan pasti mendasarkan bagaimana umat didahulukan. Bahkan yang dilakukannya pun untuk kemaslahatan umat.

Tujuannya tak lain ingin membuat umat islam menuju kejayaannya. Hidup dengan nilai-nilai keislaman dan mengedepankan akhlak yang mulia.

Termasuk dalam urusan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Rekomendasi ulama tentu saja kedepan untuk kemaslahatan umat.

Dan dalam ijtima tidak mungkin ulama merekomendasikan seseorang yang tidak jelas keIslamannya. Dalam hal ini ulama pasti memilih ulama sebagai Cawapres.

Yang tidak logis adalah ketika ulama memilih yang bukan ulama. Dalam memperjuangkan umat islam maka terbitlah Ijtima ulama yang merekomendasikan ulama sebagai Cawapres.

Kiai Ma’ruf adalah hasil ijtima ulama yang sesungguhnya. Dia adalah pengejewantahan dari ulama memperjuangkan nilai islam melalui ulama.

Itulah yang mendasari Kiai Maruf Amin mau mendampingi Presiden Jokowi menjadi cawapresnya. Hal itu juga karena peran dan dorongan para ulama, khususnya dari NU.

Jokowi telah memilih ulama NU untuk menjadi pendampingnya, maka akan menjadi kewajiban NU untuk memenangkannya.

Warga NU akan bekerja keras memenangkan Jokowi dan KH. Maruf Amin demi NKRI. KH Ma’ruf Amin pun minta doa restu dan dukungan kepada warga Nahdlatul Ulama (NU).

Ia menuturkan NU siap menjaga negara, menjaga agama, baik melalui luar pemerintahan maupun di dalam pemerintahan melalui jalur struktural.

Oleh karena itu ketika Pak Jokowi meminta kader NU-nya, kebetulan Kiai Ma’ruf diminta untuk jadi wakilnya, NU menyatakan kami relakan dan akan ‘all out’ memenangkan Pak Jokowi dan kader NU, ini karena semangat NU menjaga dan mengawal negara.

Ma’ruf menuturkan banyak orang bertanya pada dirinya kenapa mau dicalonkan sebagai wakil presiden, padahal sudah menjadi Rais Am PBNU dan sudah menjadi Ketua Umum MUI.

Pertama, Ma’ruf diminta para ulama, bukan mau saya. Pak Jokowi minta didorong oleh para ulama. Kedua, hal ini untuk menghormati NU, karena Pak Jokowi minta kader NU berarti beliau mencintai NU.

Ia menyampaikan dirinya mau dicalonkan menjadi wapres karena menghormati ulama.

Bisa saja Pak Jokowi memilih TNI, Polri, pengusaha, dan profesionalisme, tetapi Pak Jokowi tidak memilih mereka dan memilih Ma’ruf yang ulama ini untuk jadi wapres berarti beliau mencintai ulama.

Ma’ruf memberikan semangat pada para santri agar selalu optimistis, harus semangat, karena santri itu bisa jadi apa saja.

Bisa jadi kiai, bupati, wakil gubernur, wakil presiden, dan juga bisa jadi presiden seperti Gus Dur. Ma’ruf juga meminta warga NU untuk tidak percaya pada berita hoaks atau berita bohong.

Dari situlah Ma’ruf menghormati pesan ulama pada dirinya dan hormat atas kecintaan Jokowi pada NU.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments