in , , ,

KH. Ma’ruf Amin : HTI Tertolak bukan Ditolak

KH. Ma'ruf Amin, foto: bidikdata.com

Indonesia terbentuk dari proses yang panjang. Benturan demi benturan banyak membelenggu atas Negara ini.

Dari mulai pembentukan Ideologi sampai pada kesepakatan bersama atas Negara kesatuan republik Indonesia dan seluruh komponennya yang tertuang dalam UUD 1945.

Keutuhan Bangsa menjadi komitmen segenap masyarakat Indonesia. Maka jangan sampai ada pertentangan atas Ideologi yang sudah kukuh oleh founding father Indonesia.

Indonesia pernah akan ada ujian terhadap ideologi. Namun Negara yang kuat kokoh akan ideologinya.

Sebut saja Hizbut tahrir, organisasi yang membawa sistem khilafah agar diterapkan di Indonesia. Bahwa gerakan ini berbahaya untuk keutuhan bangsa.

Terkait dengan itu Ma’ruf Amin menegaskan bahwa berdirinya Indonesia atas kesepakatan bersama. Ia menilai paham Hizbut Tahrir Indonesia yang ingin mendirikan sistem pemerintahan khilafah jelas tertolak.

Lalu Kenapa HTI itu ditolak? Ma’ruf menegaskan bukan ditolak, tapi tertolak. Beda itu. Kalau ditolak itu bisa masuk, cuma ditolak. Kalau tertolak itu memang tidak bisa masuk karena dia membawa sistem yang tidak sesuai dengan kesepakatan.

Ma’ruf menegaskan, dasar negara yang jadi pegangan yakni Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Sehingga dari kesepakatan, itu tertuang semua unsur agama yang diakui negara dapat hidup berdampingan.

HTI membawa khilafah. Khilafah itu menyalahi kesepakatan. Maka otomatis tertolak, bahasa agamanya menyalahi kesepakatan

Ma’ruf memandang, pendekatan oleh pemerintah melarang HTI karena juga atas usulan sejumlah pihak termasuk ulama di dalamnya. Pembubaran juga dilakukan dengan menggunakan Undang Undang sehingga ke depannya eks anggota atau pengikut organisasi tersebut dapat dirangkul dan disarankan bergabung dengan kelompok lain yang tidak bertentangan dengan dasar negara.

Kita tidak ingin negara Indonesia tercabik-cabik. Makanya Ma’ruf mau mendampingi Pak Jokowi untuk mengawal ini, di samping membangun kesejahteraan

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments