in , ,

Jokowi yang Selalu Disudutkan soal Kriminalisasi Ulama

Jokowi, foto:detiknews.com

Lagi-lagi jokowi selalu disudutkan dan di fitnah terkait dirinya yang selalu berseberangan dengan ulama. Kali ini tuduhan itu berlandaskan dengan kriminalisasi ulama.

Jelas bahwa tuduhan itu tidak jelas sumbernya dan hanya akan memperburuk suasana yang ada. Apalagi kini ulama yang dibenturkan dengan Jokowi.

Sebagaimana diketahui bahwa Jokowi dalam pemilihan wakil presiden saja memilih ulama untuk mendampingi. Ulama yang dipilih Jokowi juga hasil dari rembuk ulama.

Jokowi kembali mengungkit soal tuduhan yang menyebutnya mengkriminalisasi ulama. Jokowi meminta pihak yang menudingnya menyebutkan nama ulama yang disebut dikriminalisasi.

Jokowi menegaskan masyarakat harus memahami makna kriminalisasi dan proses hukum. jika ada seseorang yang dilaporkan ke kepolisian, kemudian kasusnya bergulir hingga ke persidangan dan dan dinyatakan bersalah dan dihukum penjara, maka itu proses hukum.

Kalau ada yang tidak bersalah kemudian di masukkan ke sel, nah itu baru kriminalisasi.

kabar bohong yang beredar di tahun politik seperti saat ini, sengaja dibuat untuk menimbulkan keresahan di masyarakat. Untuk itu, Jokowi mengimbau masyarakat agar menyaring informasi yang diterima.

Dibuat isu-isu supaya di bawah resah. (Kriminalisasi ulama) ini namanya isu fitnah. Kalau kita tidak menyaring jadinya akan sangat berbahaya bagi bangsa ini.

Jokowi menantang jika dirinya melakukan kriminalisasi ulama. Agar menunjukan dimana letak kriminalisasinya.

Disatu kesempatan Jokowi menantang untuk membuktikan itu. Karena pada dasarnya Jokowi tidak pernah memusuhi ulama, apalagi Islam.

Buktinya, kiai dan habis diterima ke Istana. Kemudian, Jokowi juga teken Peraturan Pemerintah produk halal.

Semua itu selaras dengan ajaran islam. Pertanyakan, jadi siapa yang menggunakan isu agama untuk mendiskreditkan calon pemimpin?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments