in , ,

Jokowi vs Prabowo dalam Kacamata Pengalaman Kepemimpinan

Jokowi dan Prabowo, foto:tabloidbintang.com

Indonesia merupakan negara yang besar dengan 17.000 pulau, 514 kabupaten, 34 provinsi, serta ribuan suku. Mengelola negara besar seperti ini bukanlah pekerjaan yang gampang, oleh karenanya diperlukan orang yang berpengalaman untuk mengurusnya.

Hal ini menjadi poin penting tatkala kita akan menghadapi pesta demokrasi. Dalam Pemilu, rakyat seyogianya dapat memilih kandidat pemimpin yang benar-benar berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang bagus.

Kemampuan yang diiringi dengan pengalaman adalah kuncinya. Sekali lagi, karena saat ini kita butuh pemimpin yang benar-benar mampu bekerja untuk mengurus jutaan rakyat Indonesia.

Pesan seperti itu ditekankan beberapa kali oleh Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, dalam beberapa kampanyenya belakangan ini. Setidaknya, dua kali Jokowi mengulangi pesan yang sama ketika kampanye di Palembang, Sumatera Selatan dan Bandung, Jawa Barat pada akhir pekan ini.

Di Palembang, Jokowi berpesan agar jangan sampai negara ini diserahkan kepada orang yang belum berpengalaman karena tantangannya cukup besar.

“Dibutuhkan pengalaman untuk mengelola negara ini, jangan sampai negara sebesar ini diberikan kepada orang yang belum pengalaman,” kata Jokowi saat menghadiri acara deklarasi alumni “Sriwijaya Bersatu” di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019).

Hal yang sama juga disampaikan Jokowi ketika berkampanye di Bandung Jawa Barat pada Minggu (10/3). Pada momen ini, Jokowi berbicara mengenai sulitnya mengurus Indonesia, karenanya dibutuhkan pengalaman yang matang.

“Kita sadar mengelola negara sebesar Indonesia tidak mudah, tidak gampang. Pengalaman itulah yang memberikan dorongan, memotivasi, dan memudahkan bagi saya mengelola pemerintahan, Indonesia ini,” ujar Jokowi.

“Jadi perlu saya ingatkan, dengan negara sebesar ini, 260 juta penduduknya, mengelola itu tidak mudah. Jadi jangan diberikan ke yang belum berpengalaman. Hati-hati, hati-hati, 269 juta itu adalah tanggung jawab kita semua, kalau diberikan ke yang belum pengalaman bagaimana jadinya,” tambah Jokowi.

Pesan Jokowi di atas sangat jelas. Dia mengajak para pemilih untuk rasional dalam Pilpres 2019 mendatang. Jangan sampai kita memilih pemimpin yang belum berpengalaman, karena bisa berdampak buruk pada kehidupan kita ke depannya.

Jokowi vs Prabowo, Berpengalaman Mana?

Dari kacamata pengalaman, antara Jokowi dan Prabowo memiliki perbedaan yang cukup tajam. Bila Prabowo berlatarbelakang militer, maka Jokowi sebaliknya, dia adalah sipil tulen dari kalangan pengusaha UMKM dan pemimpin publik.

Prabowo mungkin memiliki pengalaman panjang di militer. Dia juga pernah memimpin ribuan pasukan, tetapi masalahnya logika kepemimpinan publik jauh berbeda dibandingkan di ranah sipil.

Kepemimpinan di ranah sipil, apalagi di era demokrasi, membutuhkan skill tersendiri. Dia harus mengayomi beragam kepentingan dan bisa bertindak adil setiap saat. Berkaitan dengan ini Prabowo jelas tertinggal jauh dibandingkan Jokowi.

Nama Jokowi tampil pertama kali dimulai dari bawah. Dia dikenal sejak memimpin Kota Surakarta. Kepemimpinannya yang luwes, sederhana dan merakyat sempat menjadi berita heboh kala itu.

Setelah sukses di Solo, Jokowi diboyong PDI Perjuangan ke DKI Jakarta untuk menjadi Gubernur. Dari kepemimpinannya yang singkat itu, berbagai perubahan tampak di Jakarta, mulai dari kinerja birokrasi yang lebih bersih, pelayanan publik yang meningkat, hingga penataan kota yang lebih baik.

Pengalaman Jokowi pun semakin bertambah kala dirinya berhasil terpilih menjadi Presiden RI ke-7 pada tahun 2014 lalu. Selama periode pertama kepemimpinannya, kita bisa menyaksikan sendiri kemajuan Indonesia di berbagai bidang.

Kerja Jokowi adalah nyata, konkret dan maju. Ini yang membedakan dirinya dibandingkan pemimpin yang lainnya.

Jokowi mengaku bersyukur diberikan pengalaman mengelola pemerintahan di Indonesia, dari menjadi wali kota Surakarta, gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden. Ini adalah modal penting bagi dirinya untuk meneruskan kepemimpinannya satu periode lagi.

“Menakhodai kapal sebesar Indonesia ini butuh nakhoda yang berpengalaman. Jangan sampai rakyat, masyarakat dibawa kepada hal yang pesimistis. Rakyat perlu dipompa diberikan motivasi supaya optimistis,” ujarnya.

Jokowi Lebih Baik

Dari pemaparan di atas dapat dikatakan bahwa Jokowi merupakan pemimpin yang memiliki pengalaman lebih baik dibandingkan lawannya. Dia yang memulai karier dari Walikota, Gubernur, hingga Presiden, tentunya akan lebih paham dalam mengurusi urusan publik.

Pengalaman dan rekam jejak ini penting agar kita tidak salah pilih. Pemimpin yang sudah berpengalaman akan membawa Indonesia Maju. Sementara kandidat yang belum berpengalaman justru mengajak kita bubar, punah, takut dan pesimis.

Untuk itu, kita harusnya dapat berpikir secara logis dan rasional menjelang Pemilu 2019 ini. Pilih kandidat yang benar-benar bersih, mau bekerja keras, sederhana, merakyat dan memiliki jejak pengalaman yang panjang.

Dari beberapa kriteria itu, sepertinya hanya Jokowi yang cocok, dan bukan yang lainnya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments