in , , ,

Jokowi Pasti Memaafkan, Tetapi Hukum Akan Tetap Berjalan

Ibu Tersangka(kanan) Video Viral Karawang Meminta Maaf,foto:tribunnews.com

Di balik tindakan ‘bodoh’ tiga emak-emak penyebar kampanye hitam di Karawang, terselip penyesalan yang mendalam. Sayangnya itu terjadi belakangan, sehingga tak bisa mengubah sedikit pun keadaan.

Heryani (55), berlinang air mata memohon maaf atas tindakan IP (45). Putrinya adalah salah satu dari tiga emak-emak pelaku kampanye hitam terhadap calon presiden Joko Widodo di Karawang, Jawa Barat.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla apabila anak saya salah,” kata Haryani, saat ditemui di kediamannya Dusun Kalioyod RT 03/04, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Karawang, Jumat (1/3).

Dia berharap kebesaran hati semua pihak agar membebaskan anaknya dari kasus ujaran kebencian tersebut. Sebab, katanya, Ika masih memiliki tiga anak masih kecil.

“Mohon untuk dimaafkan apabila memang salah telah menyebarkan fitnah tak ada suara azan apabila Jokowi kembali menjadi Presiden. Sekali lagi mohon maaf atas perbuatan anak saya, dan mohon dibebaskan karena anaknya masih kecil-kecil,” katanya berurai air mata.

IP selama ini memang aktif dalam relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES). Haryani mengaku sempat melarang anaknya ikut-ikutan sosialisasi pasangan Capres Prabowo-Sandi dari rumah ke rumah sebab kegiatan itu membuat suami dan anak-anaknya sering ditinggalkan.

“Sempat diingatkan untuk tidak aktif menjadi relawan, namun tetap saja keluar rumah bersama temannya E. Dia itu hanya terbawa suasana Pilpres dan tidak bersalah,” katanya.

Sebuah Pelajaran

Penyesalan orang tua dari IP ini seharusnya menjadi pelajaran. Bahwa, penyesalan memang selalu hadir belakangan, namun itu tak mengubah keadaan.

IP kemungkinan besar akan tetap dimaafkan oleh Jokowi (sebagai pihak yang difitnahnya), namun proses hukum tetap akan berjalan. Bagaimanapun, hukum positif di negeri ini harus ditegakkan. Siapa yang salah harus dihukum.

Bila kita tak mau menjadi seperti IP sebaiknya jangan mengikuti jejaknya. Menyebarkan kabar hoaks dan fitnah merupakan tindakan yang dilarang oleh agama dan negara. Sebab diantaranya mengandung mudharat (kerusakan) yang besar.

Ingat, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments