in , , ,

Jokowi-Maruf Amin Masih Unggul dalam Survei

Berbagai Hasil Survei Membuktikan Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul Atas Prabowo-Sandi,foto:pasjabar.com

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo dan KH. Maruf Amin, diprediksi kembali unggul pada Pemilihan Presiden 2019. Prediksi ini tidak hanya datang dari lembaga survei dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.

Roy Morgan, lembaga riset asal Australia memprediksi pasangan calon nomor urut 01 itu bakal memenangkan kontestasi pada 17 April mendatang. Hal ini berdasarkan surveinya yang digelar pada Januari 2019 lalu.

Dari survei tersebut, ditemukan elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf Amin sebesar 58 persen. Sedangkan rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 42 persen.

Artinya, perolehan suara Jokowi cenderung mengalami peningkatan sebesar 5 persen dari pilpres 2014 lalu. Kala itu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) menang dengan angka 53 persen. Sementara, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa mendulang suara 47 persen.

“Survei Roy Morgan ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia akan memilih kembali Presiden Joko Widodo sebagai Presiden untuk masa jabatan lima tahun mendatang,” kata Michele Levine, Chief Executive Officer Roy Morgan saat merilis hasil siginya dari website www.roymorgan.com, Minggu (3/3).

Menurut hasil survei Roy Morgan, keunggulan itu terjadi pada kategori pemilih segmen perempuan dan masyarakat pedesaan, serta karena ditopang oleh kinerja ekonomi.

Jokowi disebut unggul dalam beberapa kategori cluster suara. Pada kategori gender, Jokowi menang signifikan (61 persen) atas Prabowo (39 persen).

Keunggulan yang cukup telak juga diraih Jokowi atas Prabowo pada segmen pemilih berdasarkan usia 25-34 tahun (61,5 persen berbanding 38,5 persen), pemilih usia 35-49 tahun (59,5 persen berbanding 40,5 persen), dan pemilih usia 50 tahun ke atas (58,5 persen berbanding 41,4 persen).

Dalam kategori domisili pemilih, Jokowi unggul dalam hal dukungan dari masyarakat pedesaan. Gap elektabilitas terhadap Prabowo bahkan mencapai 27 persen, yakni 63,5 persen berbanding 36,5 persen.

Sementara itu, meskipun masih unggul, jarak elektabilitas Jokowi dengan Prabowo menipis di daerah perkotaan, dengan angka 53 persen berbanding 47 persen.

Selain itu, keunggulan Jokowi itu disumbang oleh faktor kinerja ekonomi pemerintahan Presiden Jokowi pada periode pertamanya.

Menurut analisa Roy Morgan, Indonesia sudah menjadi negara G20 dengan kinerja ekonomi terbaik kedua di bawah China. Buktinya, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen pada 2014-2019.

“Kinerja ekonomi Indonesia yang kuat dalam lima tahun pemerintahan Jokowi dan kepercayaan diri yang luar biasa yang diungkapkan oleh masyarakat Indonesia selama lima tahun terakhir jelas mengindikasikan kesuksesan kepemimpinan politik Jokowi dalam menghadapi Pilpres 2019 pada April,” tutur dia.

Masih Unggul Jauh….

Sementara itu, Jokowi-Maruf Amin juga masih diunggulkan oleh lembaga survei dalam negeri. Hal itu terlihat dari hasil-hasil sigi selama ini.

Lembaga Survei Cyrus Network merilis hasil survei elektabilitas antara pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dalam simulasi surat suara, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 57,5 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen. Responden yang belum memutuskan 3,7 persen dan yang tidak menjawab 1,6 persen. Selisihnya 20,3 persen.

Survei dilakukan pada 18 Januari hingga 23 Januari 2019, atau tepatnya usai penyelenggaraan debat perdana pada 17 Januari. Survei dilakukan menggunakan sistem multistage random sampling dan menggunakan wawancara tatap muka.

Jumlah responden yang dilibatkan 1.230 orang di 34 provinsi. Margin of error survei +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Kemudian, Lembaga penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei yang dilakukan 18-25 Januari 2019, salah satunya tentang pengaruh elektabilitas capres- cawapres, seusai debat perdana 17 Januari 2019 lalu.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul dibandingkan Prabowo-Sandiaga. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 54,8 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 31,0 persen. Adapun yang masih belum memutuskan, atau rahasia, maupun tidak tahu dan tidak jawab, sebesar 14,2 persen.

Hasil survei di atas menunjukkan bahwa usaha kubu 02 untuk menggeser dominasi Jokowi masih sulit terjadi. Rakyat relatif lebih memilih Jokowi yang sudah terlihat hasil kerjanya.

Apalagi Jokowi dalam lima tahun mendatang juga membawa program kerja yang konkret. Gagasan “Indonesia Maju” tidak hanya menjadi slogan kerja saja, tetapi juga diwujudkan dalam program 3 kartu baru.

Hal itu yang membuat mayoritas rakyat Indonesia lebih cenderung memilih Jokowi. Dia memiliki karakter yang baik, seperti sederhana, merakyat dan rendah hati. Juga kapasitas yang mumpuni dalam memimpin pemerintahan. Hingga hasil kerja yang nyata.

Lantas apalagi alasan untuk tidak memilihnya?

Jangan Terlena…

Meski telah unggul dalam survei, baik dari lembaga dalam dan luar negeri, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin meminta semua pihak pendukung kandidat petahana itu jangan terlena.

Sebab hasil survei bukanlah final. Hal itu bisa berubah seiring dengan waktu mendekati Pemilihan Presiden 17 April mendatang.

Oleh karena itu, semua pihak harus tetap bekerja keras memenangkan Jokowi-Maruf Amin. Kerja-kerja pemenangan itu, baik meliputi tim darat dan udara, harus tetap digencarkan. Bahkan harus terus diperkuat.

Target kemenangan 70 persen harus terus dikejar. Karena untuk mewujudkan gagasan “Indonesia Maju” kita perlu dukungan segenap rakyat. Mari kita menangkan hati masyarakat dengan kampanye yang positif dan santun.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments