in , ,

Jokowi dan KH Maruf Amin Akan Legalkan Pernikahan Sejenis? Ngawur dan Bohong!

Terduga Pelaku Kampanye Hitam Video Viral Karawang, foto: Tribunnews.com

Terhitung 1,5 bulan Pemilihan Presiden 2019 akan digelar, kampanye hitam dengan menyebarkan hoax, fitnah, dan ujaran kebencian semakin masif terjadi. Pasangan Joko Widodo dan KH. Maruf Amin kerap menjadi korbannya.

Baru-baru ini, aksi Ibu-Ibu yang mengampanyekan anti-Jokowi viral di media sosial. Aksi sosialisasi door to door itu dianggap sebagai kampanye hitam terhadap Jokowi.

Pasalnya, dalam video yang berdurasi 53 detik itu terlihat dua ibu mengimbau seorang pria tua untuk tidak memilih Jokowi. Karena diisukan jika capres-cawapres nomor urut 01 itu terpilih, maka akan ada pelarangan azan dan melegalkan pernikahan sejenis.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan, ajakan itu memiliki arti: “Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.”

Berdasarkan pantauan twitter, video tersebut diunggah oleh akun xena the warior princess @citrawida5 pada 13 Februari 2019.

Kabar bohong itu telah ditepis oleh calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin. Ia menegaskan isu pasangan Jokowi-Maruf Amin bakal melegalkan perkawinan sejenis merupakan berita bohong atau hoaks.

Tak hanya hoak, kabar itu sekaligus juga mengandung fitnah yang keji.

“Ngawur itu, itu fitnah dan hoaks,” kata Ma’ruf Amin usai mengukuhkan pengurus Relawan Indonesia Maju Institut Lembang 9 di Jakarta, Minggu (24/2).

Kiai Ma’ruf Amin mengungkapkan saat ini banyak hoaks yang beredar di masyarakat. Termasuk juga hoax jika pasangan itu memang menikah, maka Kementerian Agama akan dibubarkan.

“Macam-macamlah, mulai yang isu isu keagamaan dan lainnya yang tidak benar,” ucapnya.

Oleh karenanya, Ketua Umum MUI tersebut meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita bohong dan fitnah seperti itu.

Cara kampanye seperti itu memang patut diwaspadai. Hal itu digunakan oleh pendukung capres-cawapres Prabowo-Sandi untuk mendiskreditkan Jokowi-Maruf Amin. Parahnya, menggunakan informasi bohong dan fitnah.

Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Karawang mengamankan tiga orang perempuan terkait peredaran video yang diduga berisi kampanye hitam tersebut. Ketiga ibu-ibu tersebut langsung dibawa ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pendukung capres-cawapres 02 memang kerap menyebarkan berita bohong dan fitnah. Apalagi menjelang hri-H pencoblosan Pilpres seperti ini.

Masyarakat pun sudah mahfum bahwasanya kampanye dengan menggunakan hoax dan fitnah ini gencar sekali dilakukan. Inilah yang dinamakan dengan taktik kampanye ‘semburan dusta’.

Kita harusnya memiliki filter untuk diri sendiri agar tidak mudah terpengaruh. Salah satunya dengan terus menerus memverifikasi berita dan informasi yang diterima. Proses pemeriksaan ulang ini akan menghindarkan kita dan keluarga dari bahaya hoaks.

Hati-hati dengan upaya adu domba dan informasi yang menyesatkan.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments