in , , ,

Jokowi Bukan Lagi Main Kartu, Tapi Menghadirkan Negara (Kembali) untuk Menyelesaikan Masalah Rakyat

Jokowi, Foto: detik.com

Menciptakan kesejahteraan sosial adalah tugas pertama dan utama setiap pemerintahan. Ini pula yang mengilhami pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk terus menghadirkan program berbasis kesejahteraan sosial bagi masyarakat Indonesia.

Ide dasarnya berangkat dari posisi bahwa pemerintah memiliki kewenangan untuk mengelola semua sumber daya dalam perekonomian, (yang tujuannya) digunakan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyatnya.

Secara historis, penciptaan kesejahteraan bagi seluruh warga negara juga menjadi amanat dasar perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tak ada tujuan lain dari kemerdekaan Indonesia itu, selain untuk menjadikan bangsa Indonesia dapat hidup sejahtera dan bermartabat.

Para pendiri negeri ini telah menegaskan bahwa negara-bangsa bernama Indonesia ini dibentuk untuk mengupayakan terciptanya kemakmuran lahir dan batin bagi segenap penduduknya. Inilah hakikat dari sejahtera itu.

Berangkat dari beberapa prinsip di atas, pemerintahan Presiden Joko Widodo berusaha mengamalkannya sebaik mungkin.

Kesejahteraan sosial menjadi agenda Nawacita utama kabinet kerja untuk menghadirkan negara yang melindungi segenap bangsa, membangun Indonesia dari pinggiran, dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Beberapa program perlindungan sosial berbasis kartu pun diajukan untuk menjadi realisasi konkret dari frase “penciptaan kesejahteraan sosial” itu. Secara khusus bagi masyarakat yang kurang mampu dan marjinal yang membutuhkan bantuan dari pemerintah.

Sejak tahun 2014 lalu, “Kartu Jokowi” selalu melekat di hati masyarakat. Karena dengan adanya kartu-kartu tersebut beberapa layanan sosial dapat diakses masyarakat. Seperti, pendidikan dan kesehatan, serta bantuan sosial berupa makanan (beras dan kebutuhan pokok lainnya).

Setidaknya ada 3 kartu sakti Jokowi yang sudah dinikmati oleh masyarakat Indonesia hingga kini, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS). Ketiganya mencakup kebutuhan dasar masyarakat, yaitu kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial.

Tak berhenti di situ saja, Jokowi berkomitmen untuk melanjutkan lagi program perindungan sosialnya. Selain 3 kartu di atas, Jokowi menawarkan 3 kartu baru bila terpilih menjadi Presiden pada periode kedua nanti.

Ketiga kartu baru yang ditawarkan Jokowi adalah KIP hingga Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan Kartu Sembako. Kartu-kartu tersebut akan melengkapi 3 kartu sebelumnya. Sehingga, hadirnya 3 kartu baru ini sifatnya bukan substitusi (menggantikan), melainkan komplementer (melengkapi) kartu sebelumnya.

Dalam beberapa kesempatan, Jokowi menyampaikan KIP Kuliah akan diberikan kepada masyarakat yang ingin menguliahkan anak-anaknya, baik lulusan SMA maupun SMK namun terbentur masalah biaya. Ia ingin masyarakat bisa mengakses bangku kuliah lewat program baru tersebut.

Sementara itu, Kartu Prakerja bakal diberikan kepada lulusan SMK, SMA, perguruan tinggi maupun akademi saat sedang mencari pekerjaan. Menurut calon presiden nomor 01 itu, pemerintah akan memberikan pelatihan kepada para pemegang kartu.

Selain itu, para pemegang akan mendapatkan honor dalam kurun waktu tertentu selama yang bersangkutan belum bekerja atau menganggur. Namun, Jokowi belum memastikan berapa besaran honor yang bakal diterima oleh para pemegang Kartu Prakerja, begitu pun dengan mekanisme pengalokasian dananya.

Sedangkan terkait Kartu Sembako Murah, Jokowi menyatakan akan diberikan kepada ibu-ibu yang telah diseleksi untuk mendapatkan kartu tersebut. Menurut Jokowi, ibu-ibu yang memiliki banyak duit tak akan mendapatkan kartu tersebut.

Kartu-kartu itu bukanlah sembarang kartu, tetapi masing-masing membawa manfaat masing-masing. Juga diperuntukan kepada mereka yang berhak saja, sehingga lebih tepat sasaran.

Jadi di sini, Jokowi bukan seperti main kartu dengan mengeluarkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sejak terpilih pada Pilpres 2014. Namun, Ia tengah mengeluarkan program kartu. Diantara itu cukup berbeda.

“Kami bukan main kartu tapi keluarkan program kartu. Beda kalau main kartu,” kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).

Dengan 6 kartu tersebut, maka ke depannya pemerintahan Jokowi akan menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat. “Negara Hadir” untuk menjawab segala kesulitan masyarakat.

Inilah komitmen pemerintahan Jokowi untuk terus menciptakan kesejahteraan sosial, sebagaimana diterangkan di atas.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments