in , ,

Gagas Gerakan Ekonomi yang Kongkret, Kiai Ma’ruf Luncurkan Rombong ARBI

KH. Ma'ruf Amin, foto:suaranasional.com

Banyak orang mengeluh mengenai kemiskinan dan ketimpangan sosial, tetapi hanya sedikit yang mau menyisingkan baju bekerja mengatasinya. Apalagi membuat gerakan untuk mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik

Namun tidak dengan KH. Ma’ruf Amin. Kiai asal Banten itu, selain menginisiasi gagasan juga mau bekerja untuk mewujudkan idealita yang dibayangkannya.

Mantan Rais ‘Aam PBNU ini sebelumnya memang dikenal sebagai aktivis ekonomi syariah. Banyak hasil pikirannya yang diaplikasikan dalam dunia nyata, baik di bidang perbankan hingga gagasan kebijakan untuk mengelola ekonomi umat.

Beberapa waktu lalu, Kiai Ma’ruf mengenalkan gagasan Arus Baru Indonesia (ARBI). Ide pemikiran ini terdiri dari empat konsep kunci untuk mengelola perekonomian negara, berdasarkan sumber-sumber yang digali dari kitab klasik dan pemikiran ekonomi modern.

Diantaranya, Arus Baru Indonesia menekankan pentingnya pemerataan ekonomi dan keadilan sosial, pembangunan ekonomi harus dimulai dari bawah (bottom up), menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, dan mengutamakan semangat optimisme.

Kiai Ma’ruf Amin tak hanya menjadikan ‘Arus Baru Ekonomi Indonesia’ ini sebagai hasil pemikiran saja. Melainkan juga menggubahnya menjadi sebuah gerakan. Hal ini berarti, Arus Baru Indonesia harus ditransformasikan menjadi aktivitas tindakan lengkap dengan program-programnya.

Untuk itu, guna menyicil agar gerakan itu semakin konkret, Kiai Ma’ruf meluncurkan 5.000 rombong warung mini berupa gerobak gratis yang dilengkapi dengan dua roda agar bisa didorong. Ini adalah realisasi program yang bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi umat dilakukan dari bawah.

“Arus Baru Indonesia atau ARBI yang mengembangkan pemberdayaan ekonomi rakyat, bertujuan agar masyarakat dapat lebih meningkat kemampuan ekonominya dan dalam jangka panjang bisa mandiri,” kata Ma’ruf Amin saat menghadiri pelantikan pengurus cabang 27 kabupaten/kota di Jawa Barat serta penyerahan secara simbolis Rombong ARBI yang dipusatkan di lokasi usaha Al Ma’soem Grup, di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019) petang.

Kiai Ma’ruf mengakui, konsep ARBI ini merupakan gagasan dirinya untuk memberdayakan ekonomi rakyat sekaligus mengurangi kesenjangan. Dan, program Rombong ARBI ini berguna untuk memberdayakan ekonomi umat, terutama masyarakat dhuafa dan memang menjadi cita-cita Arus Baru Indonesia.

Kiai Ma’ruf juga menambahkan jika gerakan yang digagas oleh Rombong ARBI ini akan bisa mengubah suasana kehidupan masyarakat menengah ke bawah. Tujuan utamanya agar dapat memperbaiki dan menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung, sebagai ikhtiar untuk mewujudkan gerakan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Gerakan ini ingin mengubah suasana kehidupan masyarakat bangsa terutama di kalangan rakyat kecil,” kata Kiai Ma’ruf pula.

Perlu diketahui, Rombong ARBI tersebut harganya sebesar Rp5 juta per unit, tapi masyarakat tidak dipungut biaya alias Rp 0 untuk mendapatkannya, dan sudah dapat berdagang menggunakan Gerobak ARBI.

“Penerima program ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias nol rupiah. Rencananya ada 5.000 rombong yang akan dibagikan ke tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta,” ucap Ketua Umum ARBI Lukmanul Hakim sebagaimana dilansir dari liputan.com.

Rombong ini merupakan gerobak yang diberikan ke masyarakat menengah ke bawah yang ingin terjun ke dunia usaha. Nantinya, gerobak ini akan berisikan kebutuhan pokok.

Saat ini, sudah ada 5.000 Rombong ARBI yang akan diluncurkan kepada masyarakat. Namun akan terus bertambah bila peminatnya semakin banyak.

Kerja-kerja untuk mendorong perbaikan dan kemajuan di masyarakat memang tak semudah membalikkan tangan. Tetapi, usaha itu harus tetap dilakukan. Meskipun sedikit demi sedikit, memperbaiki kehidupan masyarakat adalah amal jariyyah yang akan bermanfaat di akhirat kelak.

Apa yang dikerjakan oleh Kiai Ma’ruf ini bukanlah sekadar gerakan, tetapi langkah kerja konkret yang bisa kita replikasi di tempat lain. Mari, kita jadikan Indonesia semakin MAJU dan menjadi nomor SATU.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments