in , ,

Dukungan Ma’ruf Amin Kepada KPU, Meragukan Netralitas KPU Sama Saja delegitimasi Pemilu

Dukungan KH. Ma'ruf Amin kepada KPU, foto:tribunnews.com

Penyelenggaraan pemilihan umum harusnya dijalankan bersamaan dengan partisipasi masyarakat. Dengan begitu pemilu yang berlangsung dapat berjalan sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang.

KPU adalah lembaga yang ditunjuk menjalankam pemilu. Sebagaimana juga diatur dalam UUD 45 bahwa Terdapat komisi khusus untuk menyelenggarakan pemilu. Yang kemudian KPU ditunjuk sebagai penyelenggaranya.

Terbentuknya KPU juga harus independen bahkan orang yang pernah menduduki partai politik cenderung sulit untuk bisa menjabat sebagai KPU. Maka tercerminlah KPU bersih dari kepentingan politik.

Pemilu 2019 ini agak unik. Terdapat pihak-pihak yang dengan sengaja melegitimasi pemilu dengan melemahkan KPU. Hal ini terindikasi ada pesimisme salah satu kubu dalam pemilu.

Alhasil upaya pelemahan dan delegitimasi terjadi pada pemilu 2019.

Atas upaya tersebut dukungan mengalir dari berbagai pihak termasuk dukungan Kiai Ma’ruf kepada KPU. Menurut Kiai Ma’ruf yang percaya dengan netralitas KPU dan ungkapkan bahwa mereka yang meragukan netralitas KPU sebagai bentuk delegitimasi lembaga penyelenggara Pemilu.

Ma’ruf Amin menegaskan bahwa hoaks “Server KPU menangkan Jokowi” yang merupakan politik kambing hitam kepada KPU.

Ma’ruf Amin mengatakan, ada upaya untuk mendeligitimasi penyelenggara pemilu dengan mengatakan Komisi Pemilihan Umum ( KPU) tidak netral.

Ma’ruf pun membantah anggapan tersebut dan mengungkapkan keyakinannya terhadap KPU.

Ma’ruf Amin percaya dengan KPU, dia masih berada di posisi netral, masih ada di jalur benar.

Hal ini disampaikan untuk menanggapi video viral yang menyebut server KPU dirancang untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Menurut Ma’ruf, fitnah tersebut bukan untuk menyerang pasangan calon nomor urut 01 melainkan KPU.

Dia pun mendukung langkah KPU yang melaporkan fitnah tersebut ke polisi. Ma’ruf Amin menambahkan saat ini ada upaya menggiring opini publik bahwa KPU tidak netral.

Jadi ada setting, kalau kalah itu dianggap karena adanya kecurangan.

Atas tuduhan tersebut KPU merespon dengan cepat upaya pelemahan lembaga dan pemilu tersebut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebutkan ada tiga akun media sosial yang dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait hoaks setting-an server KPU di Singapura yang disebut memenangkan salah satu pasangan capres- cawapres.

KPU laporkan akun-akun yang digunakan untuk menyebarkan video tersebut, jumlahnya ada tiga akun.

Arief menambahkan, tiga akun tersebut teridentifikasi menyampaikan informasi yang tidak benar terkait KPU.

Atas pelaporan KPU tersebut Kiai Ma’ruf mengajak agar semua pihak menangkal hoaks mengenai settingan server KPU dan mengajak masyarakat umum untuk tidak percaya hoaks tersebut.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments