in , ,

Duduk Perkara tentang Apa Itu Semburan Dusta dan Propaganda Rusia

Presiden Jokowi. Foto:cnnindonesia.com

Presiden Joko Widodo disebut media sedang galak-galaknya. Pasalnya dalam momen kampanye belakangan ini, calon presiden petahana itu sangat agresif menyerang kubu Prabowo-Sandi.

Dalam beberapa momen kampanye, Jokowi terlihat menyindir isu-isu sesat yang diarahkan kepada dirinya, sekaligus kebohongan yang pernah disebarkan kubu 02. Sindiran itu disampaikannya seperti saat menghadiri deklarasi dukungan di Jawa Timur dan Jawa Tengah beberapa hari lalu.

Di kesempatan itu, Jokowi mengatakan persoalan terkait banyaknya hoax dan fitnah itu karena adanya upaya adu domba a la asing. Ia menyebut hal itu dilakukan oleh tim sukses, yang menurut Jokowi, menyiapkan propaganda a la Rusia.

“Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia! Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual,” katanya.

Apa yang diungkapkan oleh Jokowi itu mengandung maksud yang jelas. Mantan Walikota Solo itu pada dasarnya sedang membongkar cara kampanye lawan politiknya yang menggunakan strategi ‘semburan dusta’ atau ‘firehose of falsehood’.

Tak dinyana, kubu 02 langsung bereaksi. Sebab apa yang dikerjakannya selama ini ternyata terbongkar juga. Mereka langsung membantah tidak menggunakan jasa konsultan asing, pun demikian dengan taktik tersebut.

Padahal, Jokowi dalam pernyataannya soal propaganda Rusia itu tidak menyebut tim sukses manapun. Namun, reaksinya tampak justru mengonfirmasi hal tersebut.

Apa Itu Taktik Semburan Dusta?

Perlu diketahui, strategi ‘semburan dusta’ atau ‘firehose of falsehood’ ini merupakan upaya by design. Mereka sengaja membangun framing seolah-olah negara kita sudah dikuasai asing, hilang kedaulatan, dan juga pada ambang kebangkrutan.

Cara ini mirip dengan strategi firehose of falsehood yang digunakan dalam Pilpres AS dan Brazil. Hasilnya adalah presiden dengan ideologi sayap-kanan (konservatisme), seperti Donald Trump dan Jair Bolsonaro.

Di Amerika Serikat, Trump menggunakan model propaganda ini, dan mengangkat tema ‘Make America Great Again’. Tema yang sama juga berkali kali digunakan oleh Prabowo dengan gunakan propaganda ‘Make Indonesia Great Again’.

Kemiripan ini bukan kebetulan belaka, sebab ada indikasi adanya penjiplakan propaganda Trump untuk digunakan di Indonesia. Bisa saja kebutuhan itu didatangkan dari konsultan-konsultan asing guna mendukung penggunaan propaganda ini.

Adapun propoganda semburan dusta (firehose of falsehood) itu memiliki ciri-ciri, antara lain, pertama, berusaha mendapatkan perhatian media dengan pernyataan dan tindakan yang konyol dan mengundang kontroversi.

Kedua, melemparkan pernyataan-pernyataan yang bentuknya partial truth, misleading claim dan bahkan bohong. Ketiga mengeluarkan pernyataan secara berulang-ulang dan terus menerus sehingga menjangkau banyak orang.

Keempat, menuduh lawan politik melakukan kebohongan, Serta kelima, menyentuh sisi-sisi sentimen atau emosional dengan menebar kebencian, keterancaman dan ketakutan untuk membuat masyarakat bersikap konservatif.

Dari semua ciri-ciri tersebut, terlihat sangat lekat dengan sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh paslon 02. Maka tak aneh bila kalangan ahli menyebut strategi kampanye Prabowo-Sandi yang berkali-kali memperoduksi hoax itu sangat berbahaya.

Karena itu bisa mendorong polarisasi yang tajam dan adu domba masyarakat. Apalagi bila strategi tersebut kawin-mawin dengan politisasi agama. Hal itu jelas akan merusak keutuhan bangunan bangsa Indonesia.

Bukan Merujuk ke Negara Rusia

Penting untuk digarisbawahi, istilah ‘propaganda Rusia’ yang diungkapkan Jokowi itu tidak merujuk pada negara, pemerintah, ataupun bangsa Rusia. Tetapi kepada sebuah istilah atas strategi yang digunakan oleh konsultan politik asal Rusia di Pilpres 2019.

Propaganda Rusia itu dicirikan dengan mengembangkan strategi politik menebar ketakutan, pesimisme, dan memproduksi hoax di tengah masyarakat. Itulah yang dinamakan dengan strategi ‘semburan dusta’ atau firehose of falsehood.

“Ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara Rusia tapi terminologi dari artikel di Rand Corporation,” kata Jokowi ditemui di kediaman Akbar Tandjung, Jl Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2)

Jokowi menegaskan, apa yang dia sebut itu adalah hasil bacaannya dari artikel di Rand Corporation. Dalam tulisan itu dia menjelaskan soal propaganda yang dilakukan dengan cara menyebarkan kebohongan dan pesimisme.

“Sehingga ya memang tulisannya seperti itu, bahwa yang namanya semburan kebohongan, semburan dusta, semburan hoax itu bisa mempengaruhi dan membuat ragu dan membuat ketidakpastian. Dan itu biasanya di negara-negara lain tanpa didukung oleh data-data yang konkret ya memang seperti itu,” jelas Jokowi.

Dengan begitu, sudah jelas bahwa Jokowi tidak menuding negara Rusia terlibat dalam melakukan propaganda Pilpres 2019. Jokowi menjamin relasi dengan negara Beruang itu baik-baik saja, sebab Rusia adalah sahabat Indonesia sejak dulu.

Hanya saja dirinya merasa khawatir terhadap situasi bangsa Indonesia, jika propaganda yang digunakan oleh konsultan asal Rusia itu dipraktikkan di Indonesia. Karena dampaknya bisa merusak keutuhan bangsa dan negara.

Jadi, jangan salah paham dengan maksud ‘propaganda Rusia’ yang sedang populer akhir-akhir ini ya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments