in , ,

Doa yang Menyejukan dari KH. Ma’ruf Amin

KH. Ma'ruf Amin diminta memimpin doa usai Pasangannya Jokowi Menyampaikan Orasi Politik, foto:antaranews.com

Doa sejatinya adalah ungkapan syukur dan membuat ketenangan baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Doa dilakukan kedepan untuk kemaslahatan termasuk menguatkan bagi sesama.

Doa adalah niscaya yang kemudian segala harap selalu dilantunkan dalam bentuk doa. Bahkan seseorang yang sedang tertimpa masalah dengan memanjatkan doa ia bisa lebih cepat bangkit.

Doa juga kemudian dilakukan dengan harapan atau lantunan yang baik bukan justru menyumpahi yang buruk atau bahkan bisa merusak tatanan.

Kiai Ma’ruf Amin adalah sosok yang mesti ditiru dalam setiap doa. Kiai Ma’ruf dapat membuat doa yang siapapun mendengarnya menjadi tentram dan tenang.

Isi doanya berupa harapan Indonesia yang baik. Begitulah seharusnya pemimpin dalam berdoa dengan meminta restu Tuhan dalam bernegara.

Mari bandingkan akhlak Kiai Ma’ruf Amin ini dengan doa yang mengancam ala Neno Warisman. Doa yang sarkas membuat orang menjadi benci dengan sesama.

Dalam suatu kesempatan Ma’ruf Amin mendapat kesempatan memimpin doa dalam Karnaval Indonesia Bersatu di Tangerang. Ma’ruf berdoa agar bangsa ini tidak bubar bahkan punah.

Sebelum pembacaan doa, capres Jokowi terlebih dahulu menyampaikan orasi politik. Setelahnya, Ma’ruf Amin memimpin doa sebagai penutup acara karnaval. Namun sebelum doa dimulai, Ma’ruf bertanya kepada peserta apakah siap memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ma’ruf meminta pada yang kuasa agar karnaval selalu dirahmati oleh Allah. Selain itu Ma’ruf meminta agar Indonesia menjadi negara yang sejahtera.

“Jadikanlah negara kami negara yang kuat, negara yang maju, negara yang sejahtera, negara yang adil dan makmur,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf juga memanjatkan agar Indonesia selalu menjadi negara yang bersatu. Ia memohon agar Indonesia menjadi negara dihindari dari permusuhan.

“Negara yang seluruh penduduknya aman dan damai, bukan negara yang bubar, bukan negara yang punah. Bukan yang negara yang terjadi persengketaan di dalamnya,” lanjutnya.

Di akhir doa, Ma’ruf memohon agar Indonesia Indonesia menjadi negara yang penduduknya berakhlak baik. Tak lupa Ma’ruf memohonkan kemenangan untuk Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

“Ya Allah jadikanlah kami bangsa yang beradab, bangsa yang selalu mengedepankan akhlakul karimah. Ya Allah ya Tuhan kami berikanlah kemenangan kepada kami pasangan 01 di dalam pilpres yang akan datang,” tutupnya

Inilah yang membedakan antara Kiai Ma’ruf Amin dan gerombolan yang mengaku ulama dadakan tersebut. Konstrating antara keduanya adalah dari tools doa tersebut.

Bedanya Kiai Ma’ruf Amin sebagai sosok yang berakhlakul karimah dan optimis dalam memandang Indonesia.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments