in , ,

BPN Minta Ma’ruf Lepas Jubah Kiai, Sama Saja Melemahkan Alim Ulama

KH. Ma'ruf Amin Tolak 'Lepas Jubah Kiai', Foto:detik.com

Ma’ruf Amin diguncang atas posisinya sebagai ulama. Yang tak logis adalah bahwa Ma’ruf harus melepas baju ulama.

Itu tentu saja menjadikan perendahan atas sosok ulama. Ulama bukanlah jabatan tapi kharisma yang melekat atas ilmu yang dimilikinya.

Melepaskan jubah ulama pun tetap tak akan bisa. Kharisma sebagai ulama selamanya tak akan bisa lepas karena sikap alim dan keilmuan keagamaannya.

Ma’ruf diminta untuk menanggalkan atribut ulama pada saat berhadapan dengan Sandiaga.

Sebagai seorang muslim manapun pasti akan ditegaskan bahwa Kiai Ma’ruf masih menggunakan ‘jaket ulama’, karena dia masih jadi Ketua MUI.

Pada maqomnya ulama nggak boleh didebat. Ulama ini levelnya di atas kita. Ini guru kita,”

Sekali lagi ditegaskan itu tidak mungkin, sebab identitas itu sudah melekat pada Kiai Maruf. Pasalnya, Kiai Maruf adalah ulama beneran, dan bukan baru sehari-dua hari dirinya menjadi ulama.

Gelar Kiai (KH) itu bukanlah dari pribadi Maruf Amin, melainkan pemberian/sebutan dari masyarakat yang menghormati ketinggian ilmu dan akhlaknya.

Maka siapapun yang melepas kehormatan ulama ia sama saja melucuti ilmu keagamaan yang dimiliki Kiai. Kiai itu suci dan menjadi kehormatan dari masyarakat.

Jangan memancing kemarahan masyarakat agar Kiai Ma’ruf melepas kehormatan yang diberikan masyarakat. Kiai adalah penerus alim ulama yang harus dijaga dan dijunjung tinggi.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments