in , ,

Benarkah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat? Cek Fakta Ini!

Presiden Jokowi, republika.co.id

Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, isu ekonomi merupakan ‘bahan gorengan’ yang sedap bagi para politisi. Berkali-kali pemerintahan Presiden Joko Widodo digoyang dengan isu pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga kerap disebut gagal mengelola perekonomian Indonesia. Tuduhan ini sayangnya tanpa diikuti dengan bukti yang kuat, apalagi data yang bisa menunjukkan kebenarannya.

Alih-alih seperti yang dituduhkan, kalau kita mau jujur, sebenarnya kinerja perekonomian Indonesia di tahun 2018 kemarin cukup menjanjikan. Indikatornya, pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan tinggi, inflasi terkendali, defisit menurun, dan pendapatan meningkat.

Awal Februari lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018. Pada periode 2018 secara keseluruhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,17%. Sementara di kuartal IV-2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,18%.

Angka tersebut merupakan pencapaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 ‘hanya’ 4,88%, kemudian meningkat 5,03% pada 2016, 5,07% tahun 2017, dan terakhir 5,17% tahun lalu. Kecenderungannya selalu meningkat di era pemerintahan Presiden Jokowi.

Bank Indonesia sendiri memandang positif pertumbuhan ekonomi tersebut. BI menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid dengan menunjukkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terus terpelihara, di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang melandai.

Apa yang disampaikan BI itu memang benar adanya. Diantara negara-negara anggota G-20, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di urutan keempat di bawah Turki, namun berada di atas negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, maupun Korea Selatan.

Presiden Jokowi sendiri mengapresiasi angka pertumbuhan itu. Menurutnya angka 5,17% itu lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya anggota G-20.

“Ya patut kita syukuri Alhamdulillah, 5,17 itu sebuah angka yang baik kalau dibandingkan negara-negara lain. Bandingkan dengan negara-negara lain, yang G20 lho ya,” ujar Jokowi usai menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

Jokowi menambahkan, capaian pertumbuhan itu perlu disyukuri karena Indonesia tetap tumbuh meski kondisi ekonomi global sedang bergejolak. Selain pertumbuhan ekonomi, Jokowi juga menyoroti inflasi 2018 yang terkendali di angka 3,13%.

“Kita ini sudah masuk ke dalam grup G20, yang PDB-nya kita juga lebih US$ 1 triliun, kemudian inflasinya 3,13, juga inflasi yang rendah. Ini patut kita syukuri, kita jangan kufur nikmat, kalau diberi kenikmatan pertumbuhan ekonomi yang di atas 5 Alhamdulillah disyukuri,” tutur Jokowi, sebagaimana dilansir dari detik.com.

Ada beberapa kunci yang membuat perekonomian Indonesia tetap tumbuh stabil, salah satunya karena konsumsi rumah tangga yang di atas 5%. Dengan tingkat konsumsi ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terjaga stabil di level 5 persen.

Selain itu, salah satu pendorong konsumsi rumah tangga Indonesia tetap stabil yaitu adanya sejumlah bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, khususnya golongan bawah.

Bantuan sosial tersebut mampu menjaga tingkat konsumsi rumah tangga tetap tinggi. Daya beli masyarakat juga akan terjaga.

Secara keseluruhan, kinerja perekonomian di era pemerintahan Presiden Jokowi ini cukup baik, di tengah gejolak ekonomi global. Ke depan, kinerja yang hati-hati dan cermat seperti itu yang akan terus dilanjutkan.

Harapannya, Indonesia akan cepat lepas landas menuju negara Maju, sebagaimana yang dicita-citakan oleh Presiden Jokowi dan segenap rakyat Indonesia.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments