in , , ,

Apresiasi Kiai Ma’ruf Pada Jokowi atas bebasnya Siti Aisyah

Presiden Jokowi Menerima Siti Aisyah di Istana Negara, foto: liputan6.com

Salah satu fungsi Negara ialah melindungi segenap warga negaranya. Fungsi sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 itu adalah sebagai bentuk kedaulatan Negara.

Kedaulatan Negara tersebut ketika melindungi segenap warga negaranya ialah ketika warga negara Indonesia dihadapkan dengan Negara lain. Baik yang berkaitan dengan hukum maupun berkenaan hal lain berkaitan dengan kedudukan Negara.

Fungsi ini kemudian dapat dijalankan dengan baik oleh Pemerintah dibawah kekuasaan Presiden Jokowi. Hal ini terkait kasus hukum yang menimpa warga negara Indonesia yang tersandung kasus hukum dengan Negara lain.

Sebagaimana diketahui warga Negara Indonesia terkena kasus hukum di Negara tetangga Malaysia. Dugaan perbuatan tersebut membuat Siti Aisyah dijerat hukum oleh pemerintah Malaysia.

Mengetahui kejadian tersebut Indonesia langsung gerak cepat. Pemerintahan Jokowi lakukan upaya diplomasi hingga mendapatkan titik terang bagi Indonesia.

Siti Aisyah telah dibebaskan dari segala tuntutan atas dugaan pembunuhan terhadap kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam. Dia segera dipulangkan ke tanah air.

Terhadap kasus tersebut Ma’ruf Amin menilai, dibebaskannya Siti Aisyah adalah bukti keberhasilan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla.

Menurut Ma’ruf Itu keberhasilan pemerintah. Karena pemerintah selalu berusaha melindungi warganya

Pembebasan WNI dari kasus hukum di luar negeri merupakan kabar baik dan menggembirakan. Pujian bagi pemerintah pun dilontarkan.

Bagi Ma’ruf Ini berita menggembirakan. Ini surprise. Menurut Ma’ruf itu keberhasilan diplomasi Indonesia

Permintaan pembebasan Siti Aisyah sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo setelah dilakukan koordinasi antara Menkum HAM, Menlu, Kapolri, Jaksa Agung dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Upaya ini sebelumnya juga selalu diangkat dalam setiap pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia, baik pada tingkat Presiden, Wakil Presiden maupun pertemuan reguler Menteri Luar Negeri dan para menteri lainnya dengan mitra Malaysia nya.

Salah satu pertemuan cukup penting diantaranya saat Presiden Joko Widodo bertemu Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pada 29 Juni 2018 di Bogor dan pertemuan Menkum HAM dengan Perdana Menteri Malaysia pada 29 Agustus 2018 di Putrajaya, Malaysia.

Membebaskan TKW dari jerat hukuman mati adalah salah satu tujuan bernegara yang dicantumkan dalam konstitusi.

Ke depan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin akan membela WNI seluruhnya, baik di dalam maupun luar negeri. Kerja-kerja yang ada saat ini akan dilanjutkan dan lebih baik lagi

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments