in , ,

Antara Jokowi dan Prabowo, Siapa yang Mau Dekat dengan Rakyat?

Jokowi dan Prabowo, foto: theconversation.com

Sebuah plester menempel di punggung tangan kanan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo seusai kampanye terbuka di Kota Dumai, Riau, pada Selasa (26/3).

Jokowi mengatakan tangannya terluka waktu dia berkampanye dan meladeni permintaan pendukungnya untuk bersalaman.

“Biasa, salaman (lalu) luka,” kata Jokowi di Kedai Kopi Arabika, Kota Dumai.

Jokowi bercerita, dia memilih menyalami para pendukungnya kala tiba di suatu tempat kampanye. Namun antusiasme yang tinggi terkadang membuat warga sampai berebut dan menarik-narik tangannya.

“Ya, biasa. Kalau antusiasme seperti itu tidak mungkin menghindar. Ya sudah,” ucapnya.

Meski terluka, Jokowi tak khawatir sebab selalu ada orang spesial yang akan membantunya untuk menempelkan plester di tangannya jika terluka. Dia adalah istrinya, Ibu Iriana.

“Tadi ibu (Iriana),” ujarnya.

Menyalami warga memang menjadi kebiasaan Jokowi, baik selaku presiden atau calon presiden, saat menghadiri acara di suatu tempat. Biasanya Jokowi akan menyalami masyarakat yang hadir sambil terus berjalan menuju tempat duduknya.

Kali ini, di Dumai, Jokowi memilih berjalan kaki sepanjang 700 meter menuju Lapangan Bukit Gelanggang, tempatnya berkampanye, sambil menembus lautan manusia dan meladeni permintaan bersalaman atau foto.

Tapi, tak hanya sekali ini saja tangan Jokowi terluka karena menyalami ribuan warga. Saat melakukan kunjungan ke Kendari, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu, tangan Jokowi juga harus diplester karena ditarik-tarik warga.

Tangan capres petahana itu tergores karena terkena cakaran saat melayani warga bersalaman.

Ketika beristirahat sejenak di atas panggung, Jokowi dibantu ajudan tampak memasang plester pada bagian punggung tangan kanannya yang terkena cakaran warga.

Setelah memasang plester di tangannya, Jokowi tampak masih sempat memenuhi permintaan masyarakat untuk berswafoto.

Prabowo Pakai Sarung Tangan

Berbeda dengan Jokowi yang rela tangannya terluka karena menyalami warga, Prabowo justru sebaliknya. Dalam beberapa kesempatan, capres nomor urut 02 itu tak mau menyalami warga dengan tangan terbuka, melainkan harus memakai sarung tangan.

Hal itu, misalnya, terlihat saat Prabowo Subianto kampanye di Jambi, 14 Maret lalu.

Saat itu, Prabowo tengah berada di atas mobil Alphard berwarna putih dengan bagian sunroofnya yang terbuka. Kemudian di sekeliling Prabowo, masyarakat berkumpul.

Saat akan menyalami masyarakat, Prabowo mengenakan sarung tangan berwarna cokelat muda. Setelah mengenakan sarung tangan tersebut, Prabowo menyalami masyarakat yang ada di lokasi.

Cara bersalaman Prabowo ini mengesankan dirinya sangat jijik jika harus bersalaman dengan warga biasa.

Hanya sekadar bersalaman saja, Prabowo tak mau turun dari mobilnya dan harus memakai sarung tangan.

Cara seperti itu, tak lain menggambarkan isi hatinya. Yang congkak dan besar kepala.

Antara Jokowi dan Prabowo

Jokowi itu dekat dengan rakyat. Ini bukan klaim, tetapi memang sebuah karakter asli. Kedekatannya dengan rakyat itu yang menjadikan dirinya otentik.

Singkatnya, untuk menjadi pemimpin publik, Jokowi tak pernah mencoba menjadi orang lain. Ia tampil percaya diri dengan karakter aslinya.

Sederhana, dengan tingkah laku layaknya rakyat.

Hal ini yang sangat sulit ditandingi oleh politisi lainnya, termasuk oleh lawannya saat ini, Prabowo Subianto.

Dipoles seperti apapun, mantan Danjen Kopassus itu tak mungkin bisa sedekat Jokowi dengan rakyat.

Mengapa begitu? Jelas pertama dari asalnya. Jokowi berangkat dari orang biasa, sedangkan Prabowo terlahir dari elit.

Titik berangkat itu menentukan lingkungan yang membentuknya. Jokowi pernah merasakan hidup yang sulit. Dia pernah digusur, tinggal di bantaran Kali, ayahnya seorang sopir dan mengawali kariernya dari usaha kecil-kecilan.

Bandingkan dengan Prabowo. Dia lahir dari keluarga Menteri yang menjadi pelarian saat pemerintahan Soekarno. Kemudian dijadikan menantu oleh penguasa Orde Baru. Dan menjadi jenderal dengan karier yang cepat.

Dari segi lingkungan yang membentuknya itu pun sudah cukup menentukan karakter antara Jokowi dan Prabowo.

Mudahnya dapat dilihat dari kasus di atas: “Bila tangan Jokowi terluka karena bersalaman dengan warga, Prabowo justru jijik dan harus memakai sarung tangan!”

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments