in , ,

Alasan Tepat memilih Ma’ruf Amin

KH. Ma'ruf Amin dan Jokowi, foto:detik.com

Mendukung Pemimpin yang bagus dalam Pemilihan umum adalah tanggung jawab warga negara untuk menjaga demokrasi. Proses ini harus dikawal oleh siapun secara utuh dan menyeluruh.

Pemilu kali ini menampilkan sosok Kiai yang menjadi panutan umat. Maka wajib bagi masyarakat mensukseskan pemilu dengan menjadi pemilih yang baik.

Apalagi terkait sosok Kiai Ma’ruf Amin yang akan kedepan membuat Indonesia lebih damai. Jokowi memilih sosok tepat sebagai pendampingnya.

Alasan logis mendukung Kiai Ma’ruf Amin. Selain soal kapasitas dan pengalaman, tekankan juga soal kedalaman ilmu agama. Kiai sebagai sosok yang tepat memimpin Indonesia bersama Jokowi.

Ma’ruf Amin sebetulnya bukan nama baru dipentas politik nasional. Dia adalah tokoh sentral MUI dan NU yang sangat berpengaruh. Setidaknya ada beberapa kelebihan Ma’ruf Amin yang membuat Jokowi jatuh hati pada nama ini.

Pertama nonpartisan, beliau bukanlah kader salah satu partai koalisi pengusung Jokowi. Tingkat penerimaan (akseptabilitas) anggota koalisi cukup tinggi dan solid, sementara itu resistensi partai koalisi rendah.

Bahkan Jokowi menarik Ma’ruf Amin sebagai cawapres untuk menepis isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang selama ini dituduhkan kepadanya.

Kedua menjawab isu SARA. Tidak diragukan lagi sosok Ma’ruf Amin adalah ulama karismatik yang disegani di kalangan NU dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua MUI, sebuah lembaga tempat bernaungnya para ulama dari berbagai macam organisasi dari seluruh pelosok Indonesia.

Selain itu, Ma’ruf Amin merupakan aktor sentral di balik keluarnya fatwa MUI tentang penistaan agama yang dilakukan Ahok sehingga berujung pada gelombang aksi 212.

Dengan demikian, Ma’ruf memainkan peran isu politik entitas agama yang dialamatkan kepada Jokowi terkait ketidakberpihakan pada umat Islam, kriminalisasi ulama, dan berbagai macam isu SARA lainnya.

Ketiga, ulama ahli ekonomi. Selain ulama, Ma’ruf Amin juga punya kapasitas yang mumpuni dalam bidang ekonomi, terutama ekonomi syariah.

Kemampuan dan kapasitas Ma’ruf Amin dalam bidang ekonomi kerakyatan tentu menjadi salah satu poin penting untuk menjawab persoalan terkini bangsa Indonesia yang sedang bergelut dengan persoalan ekonomi liberal.

Keempat, dukungan basis massa NU. Sebagai tokoh senior NU, dicalonkannya Ma’ruf tentu sangat mempertimbangkan peran sentralnya diorganisasi terbesar umat Islam ini.

Dukungan basis massa partisan NU akan berdampak signifikan terhadap insentif elektoral mendongkrak elektabilitas Jokowi.

Bukan hanya dukungan elektoral, namun juga berdampak pada posisi sentimen dan citra politik yang selama ini terkesan negatif terhadap Jokowi, terutama bersentuhan dengan isu sentimen umat Islam dan ulama.

Kelima, Ma’ruf Amin digandeng Jokowi bagian strategi mengunci PKB agar tidak banting stir meninggalkan koalisi Jokowi. Ketika Mahfud MD yang dipilih Jokowi, kita hakulyakin PKB bakal hengkang dan berpotensi menghidupkan poros ketiga. Hal tersebut tentu ditakuti Jokowi.

Oleh karena itu, kita bisa menilai Ma’ruf Amin adalah pilihan parpol koalisi, sementara Mahfud MD adalah pilihan Jokowi.

Parpol koalisi tak setuju dengan Mahfud karena punya potensi menjadi matahari terang di Pilpres 2024. Namun tetap rumusnya parpol punya bergaining position tinggi menentukan cawapres ketimbang Jokowi.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments