in , , ,

Ada Pesan Persaudaraan di Balik Buku Ma’ruf Amin Way, Apa Itu?

KH. Ma'ruf Amin, foto:kompas.com

Buku mengenai pemikiran ekonomi KH. Ma’ruf Amin baru-baru ini dirilis ke publik. Buku yang berjudul “The New Indonesia Economics Perspective: The Ma’ruf Amin Way” itu diluncurkan di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Jum’at (1/2).

Menariknya, selain membahas aspek perekonomian rakyat secara mendalam, buku tersebut juga mengandung pesan persaudaraan. Lantaran, orang-orang yang menulis buku ini memiliki identitas yang berbeda-beda.

“Saya ini Muslim dan orang NU, tapi yang menulis buku tentang saya malah orang Nasrani dan orang Muhammadiyah,” kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Pihak yang disebutnya sebagai orang Nasrani itu adalah Sahala Panggabean, Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasarsi yang memang beragama Kristen. Nasarsi sendiri merupakan sponsor acara tersebut.

Ketika hadir dalam acara launching buku itu, Sahala memakai peci hitam persis seperti yang dipakai Kiai Ma’ruf.

“Saya memang nge-fans sama Kiai Ma’ruf Amin. Saya orang ekonomi, dan beliau orang hebat di bidang ekonomi,” tutur penggagas penulisan buku ini tersenyum.

Sahala kelahiran Tarutung, Sumatera Utara, 3 April 1950 ini juga menjadi Ketua Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askosindo). Ia juga pernah berkarir selama 20 tahun di Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN). Setelah penisun dia mendirikan KSP Nasarsi yang anggotanya para pensiunan.

Sementara yang disebut orang Muhamadiyah oleh Kiai Ma’ruf adalah Anwar Abas, Sekretaris Jenderal MUI yang berasal dari Muhammadiyah.

Anwar menjadi anggota penulis buku tersebut bersama Sahala. Dosen UIN Syarif Hidayatullah dan UHAMKA Jakarta ini dikenal sebagai salah satu pakar ekonomi syariah. Anwar juga merupakan salah satu pengurus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2015-2020.

Menurutnya, keberagaman dan persaudaraan dengan rasa saling menghormati itu perlu dijaga. “Saya pikir ini merupakan suatu keutuhan, kesatuan, persaudaraan yang harus kita bangun, untuk saling menghargai satu sama lain,” sambung dia.

Buku The Ma’ruf Amin Way ini secara umum menggagas pembangunan ekonomi dari bawah atau lebih dikenal dengan istilah membangun ekonomi kerakyatan “bottom-up economics”. Ekonomi kerakyatan ini menjadi gagasan yang akan diusung oleh Kiai Ma’ruf ketika terpilih menjadi wakil presiden nanti.

Kiai Ma’ruf menyadari masih adanya kesenjangan ekonomi yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Hal itu terjadi karena hasil pembangunan masa sebelumnya yang menganut paham ‘trickle-down effect’ atau menetes ke bawah.

Pembangunan dengan konsep itu akan mengarah pada konglomerasi, dimana yang semakin kaya adalah konglomerat, sedangkan rakyat kebanyakan tetap miskin dan kurang sejahtera. Hal ini yang harus diubah secara fundamental.

Pembangunan harus diubah orientasinya dan dimulai dari bawah. Hal ini perlu didorong agar pemerataan kesejahteraan bisa terjadi. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin bisa dikurangi atau bahkan dihapuskan.

Untuk merealisasikan gagasan itu, Kiai Ma’ruf akan mendorong pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), para wirausaha sosial melalui santripreneur, dan koperasi.

Dengan pembangunan dari bawah, maka akan membuat rakyat semakin berdaya dan sejahtera. Inilah yang akan diterapkan bila Kiai Ma’ruf terpilih menjadi wakil presiden nanti.

Indonesia Maju, rakyat sejahtera

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments